Forgot Password Register

Anggaran 2019, Kementerian Pertahanan Masih Prioritaskan di Alutsista

 Dirjen Rencana Pertahanan, Tata Endrataka usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018). (Foto;Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah) Dirjen Rencana Pertahanan, Tata Endrataka usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018). (Foto;Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - DPR RI menyetujui permintaan pagu indikatif atau permintaan anggaran maksimal Kementerian Pertahanan sebesar Rp106 triliun dari permintaan awal sebesar Rp215 triliun rupiah untuk tahun anggaran 2019.

Hal itu dipaparkan Dirjen Rencana Pertahanan, Tata Endrataka usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

"Sekarang ini baru pagu indikatif kita mendapatkan ajuan dari Rp215 triliun, pagu indikatif turun Rp106 triliun yang disetujui (DPR)," ucap Tata.

Baca juga: Wadaw! Survey Menyebutkan Orang China Lebih Suka Barang Impor?

Namun hal itu belum menjadi keputusan final, pasalnya Kemhan dan DPR akan sama-sama duduk kembali memproses alokasi anggaran yang masih terus dibicarakan.

"Tapi masih akan diproses lagi, nanti ada pagu anggaran, ada alokasi anggaran itu nanti prosesnya masih belum sampai sekarang," tuturnya.

Ia pun merinci permintaan pagu indikatif sebesar Rp215 triliun akan dialokasikan kemana.

"Nanti akan dibagi untuk Kemenhan Rp19 triliun, untuk TNI Rp8 triliun, untuk Angkatan Darat Rp40 triliun, untuk Angkatan Laut Rp17 triliun dan untuk Angkatan Udara Rp14 triliun," jelasnya.

Baca juga: Berapa Sih Pasang Iklan di Facebook?

Ditanya soal alokasi untuk alutsista, Tata menyebut hal tersebut tetap menjadi satu prioritas dan pos anggarannya selalu dipersiapkan dalam setiap tahun.

"Semua prioritas, ada pesawat, ada kapal, ada tank, ada semuanya," jelasnya.

Sejauh ini, pos pengeluaran terbesar masih untuk belanja pegawai dengan besarannya hampir 40 persen dari total anggaran.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More