Forgot Password Register

Headlines

Dari Calo Tiket Jadi Bos Lion Air, Dari Mana Sumber Kekayaan Rusdi Kirana?

 Dari Calo Tiket Jadi Bos Lion Air, Dari Mana Sumber Kekayaan Rusdi Kirana? Rusdi Kirana Pemilik Lion Air Group (Foto: Instagram/roni_az)

Pantau.com - Berkembangnya Lion Air tentu tak lepas dari sang pemiliki Rusdi Kirana. Maskapai yang meliki slogan  “We Make People Fly” ini memang menawarkan tiket murah jika dibanding dengan maskapai lainnya.

Namun perlu sobat Pantau catat, Lion Air tidak hanya berdiri sendiri Lion merupakan salah satu group maskapai yang didirikan oleh Rusdi Kirana. Grup Lion Air, yang memiliki beberapa maskapai yakni;

- Wings Air - maskapai penerbangan domestik murah di Indonesia

- Batik Air - maskapai penerbangan domestik dan internasional layanan penuh yang dipasarkan ke penumpang kelas menengah

- Lion Bizjet - menyediakan charter jet pribadi 24-jam

- Malindo Air - berbasis di Malaysia

- Thai Lion Air - berbasis di Thailand

Baca juga: Infografis Daftar Lengkap 10 Orang Terkaya di Dunia 2019

Siapa sangka, pria berkumis ini dulunya pernah terseok-seok dalam masalah keuangan. Dikutip dalam biografinya, Rusdi Kirana dulunya bekerja sebagai tukang mesin tik hingga calo tiket pesawat. 

Mengambil kuliah di fakultas Ekonomi Universitas Pancasila, rupanya Rusdi Kirana benar-benar serius mempersiapkan bisnis Travel Agent bernama Lion Tour. Selama 10 tahun, Rusdi Kirana dikenal oleh orang-orang sebagai penjual tiket penerbangan atau menjadi calo tiket.

Saat mendirikan Maskapai Lion Air,  Departemen Perhubungan sedang melakukan deregulasi Industri penerbangan pada tahun 1999, Rusdi Kirana kemudian melihat peluang besar dalam bisnis penerbangan Indonesia.

Ia kemudian mengajak para koleganya di pasar Glodok untuk menanamkan modalnya di bisnis barunya ini. Ada sebagian yang percaya dan ada juga yang tidak percaya dengan ide bisnis Rusdi Kirana ini.

Karena perhitungan ekonomi yang lihay, Rusdi Kiranai mengambil Prinsip Low Cost Carrier mampu memangkas ongkos-ongkos siluman serta kebijakan yang berbeda dengan maskapai lainnya. Misalnya, Lion Air selalu membeli suku cadang pesawat secara tunai, memakai aplikasi sendiri, serta mencari pesawat yang berbadan lebar.

Selain itu, ia juga menekan biaya penerbangan misalnya dengan menghilangkan fasilitas makanan untuk penerbangan jarak pendek serta biaya lainnya. Kini, perusahaannya juga telah bersiap mendunia dengan aliansi beberapa maskapai dunia.

Selain bisnis maskapai, rupanya grup ini juga memiliki bisnis pengiriman barang yang bernama Lion Parcel, dan bisnis perhotelan dengan nama Lion Hotel and Plaza, di Manado, Sulawesi Utara.

Perlu dicatat sobat Pantua, Rusdi Kirana, memulai perusahaan dengan saudaranya Kusnan pada tahun 1999 dengan modal $ 1,2 juta (atau setara Rp12 miliar).

Forbes melaporkan modal awal sekitar $ 900.000 (atau setara Rp9 miliar) itu digunakan untuk menyewa pesawat pertamanya, sebuah Boeing 737-300. Untuk menghemat uang, Rusdi merancang logo maskapai dan seragam pramugari.

Kini, Lion Air memiliki lebih dari 110 pesawat dan terbang lebih dari 180 rute. Tahun lalu, Forbes memperkirakan dua bersaudara ini memiliki kekayaan senilai $ 1,4 miliar (atau setara Rp 14 triliun).

Baca juga: Duh! Gara-gara Refund Tiket, Maskapai Garuda Digugat Penumpang

Namun, bisnis Rusdi Kirana CS sepertinya tak selalu mulus, dari tahun 2002 hingga 2013, di kutip ABC News, setidaknya ada 19 insiden yang melibatkan Grup Lion di Indonesia. Termasuk yang paling serius:

- 14 Januari 2002: Lion Air nomor penerbangan 386 jatuh setelah mencoba lepas landas. Semua orang selamat tetapi seluruh pesawat rusak.

- 30 November 2004: Penerbangan Lion Air 538 jatuh di Surakarta, menewaskan 25 orang.

- 4 Maret 2006: Lion Air dengan nomor penerbangan 8987 jatuh setelah mendarat dan tergelincir dari landasan pacu. Tidak ada yang meninggal tetapi pesawat itu rusak berat.

- 13 April 2013: Lion Air penerbangan 907 melampaui jalur pendaratan dan jatuh ke air di dekat Denpasar. Penumpang dan kru dievakuasi.

Bahkan sebelumnya, Lion Air dilarang terbang ke Amerika Serikat dan Uni Eropa pada tahun 2007, tetapi kedua larangan itu telah dicabut.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More