Forgot Password Register

Jelang Persidangan, Tempat Penahanan Adik Ketua MPR Dipindahkan KPK

 Jelang Persidangan, Tempat Penahanan Adik Ketua MPR Dipindahkan KPK Zainudin Hasan (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Penahanan Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Lampung. Pemindahan penahanan itu dilakukan karena Zainudin akan menjalani sidang perkara suap di PN Tipikor Lampung.

Sebelumnya, KPK menahan Zainudin di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. 

"Hari ini, Jumat, 7 Desember 2018, telah dilakukan pemindahan lokasi penahanan ZH, Bupati Lampung Selatan, ke Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Lampung untuk persiapan menjalankan sidang di Pengadilan Tipikor di Lampung," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (7/12/2018). 

Baca juga: Menjadi Tersangka Kasus Suap Bupati Jepara, Hakim Lasito Segera Dinonaktifkan dari Jabatannya

Selain Zainudin, KPK juga memindahkan penahanan Anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho dan Kadis PUPR Pemkab Lampung Selatan Anjas Asmara terkait kasus yang sama. Keduanya dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara Klas 1 Bandar Lampung untuk kebutuhan persiapan persidangan.

"Persidangan untuk ABN dan AA akan direncanakan akan dilakukan pada hari Kamis, 13 Desember 2018. Sedangkan jadwal persidangan untuk ZH sedang menunggu penetapan dari pengadilan," tambah Febri.

Bupati Zainudin Hasan terjerat kasus suap proyek infrastruktur di Pemkab Lampung Selatan. Ia diduga menerima uang dari pihak swasta CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Selatan tahun anggaran 2018.

KPK menduga pemberian uang dari Gilang kepada Zainudin merupakan fee proyek sebesar 10 hingga 17 persen di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Zainudin juga diduga mengarahkan semua pengadaan proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan harus melalui Agus Bhakti Nugraha yang merupakan orang kepercayaan Zainudin.

Baca juga: Ini Penjelasan KPK Terkait Sulitnya Usut Kasus Century

Melalui Agus, perusahaan Gilang bisa mendapat 15 proyek di Lampung pada 2018 dengan total nilai proyek sebesar Rp20 miliar. 

Dari suap tersebut kemudian Zainudin, melalui Agus, diduga menggunakan uang itu untuk membeli atau membayar sejumlah aset dan kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga, pihak lain atau perusahaan. 

KPK menduga tindakan itu untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan yang dimiliki Zainudin Hasan. Tindakan tersebut yang pada akhirnya membuat adik Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut dijerat pidana TPPU. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More