Forgot Password Register

Headlines

11 April Dideklarasikan Jadi Hari Teror Pemberantasan Korupsi

11 April Dideklarasikan Jadi Hari Teror Pemberantasan Korupsi Deklarasi hari teror pemberantasan korupsi (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Koalisi masyarakat sipil anti korupsi mendeklarasikan tanggal 11 April 2019, sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi dan pembela HAM di Indonesia. 

Deklarasi itu sekaligus mengenang dua tahun peristiwa teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang terjadi dua tahun lalu, 11 April 2017.

Dalam aksi tersebut, kembali diserukan desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus Novel. 

Baca juga: 2 Tahun Teror Novel Baswedan, Aktivis Anti Korupsi Gelar Aksi di KPK

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap memimpin pembacaan deklarasi tersebut. Kemudian diikuti oleh sejumlah akademisi, aktivis, mahasiswa, juga pekerja yang memenuhi halaman depan Gedung KPK. 

Berikut isi deklarasi yang dibacakan Wadah Pegawai KPK dan koalisi masyarakat sipil anti korupsi:

1. Mencanangkan tanggal 11 April Sebagai Hari Teror terhadap pemberantasan korupsi dan pembela HAM di Indonesia.

2. Menolak segala bentuk kebohongan, kepura-puraan, dan kepalsuan semua pihak yang seolah-olah mendukung KPK.

3. Menuntut Presiden RI untuk bersikap tegas dan terang memerangi teror serta pelemahan terhadap KPK.

4. Menuntut Presiden RI untuk berhenti menunda-nunda pembentukan TGPF Independen.

5. Menuntut kepada Presiden RI untuk memastikan pengungkapan 10 kasus teror terhadap KPK, beserta kasus-kasus teror lain yang menimpa pembela HAM, pegiat antikorupsi, aktivis sosial, buruh, serta petani di Republik Indonesia.

Baca juga: Seorang Menteri Diduga Beri Dana ke Bowo Sidik untuk Serangan Fajar

Share :
Komentar :

Terkait

Read More