Forgot Password Register

141 Orang Tewas Akibat Banjir Terparah di Jepang Selama Beberapa Dekade

141 Orang Tewas Akibat Banjir Terparah di Jepang Selama Beberapa Dekade Dampak banjir dahsyat di Jepang. (Foto: Reuters/Issei Kato)

Pantau.com - Banjir parah menerpa Jepang. Hingga kini 141 orang dinyatakan tewas. Bencana itu diklaim sebagai yang terburuk selama beberapa dekade.

Melansir AFP, Selasa (10/7/2018), hujan lebat yang dimulai sejak minggu lalu telah berhenti. Banjir pun mulai surut. 

Seperti yang terjadi di kota Kurashiki, banjir melanda seluruh distrik pada satu titik. Hal itu memaksa beberapa orang naik ke atap mereka untuk menunggu penyelamatan. Setiap rumah pun disatroni regu penyelamat.

"Ini yang kami sebut operasi grid, di mana kami memeriksa setiap rumah untuk melihat apakah ada orang yang masih terperangkap di dalamnya," kata seorang pejabat dari pemerintah prefektur Okayama.

"Kami tahu ini berpacu dengan waktu, kami berusaha sekeras yang kami bisa."

Baca juga: 112 Orang Tewas Akibat Banjir di Jepang, 78 Hilang

Hideto Yamanaka memimpin tim sekitar 60 petugas pemadam kebakaran yang dikirim dari luar prefektur yang mencari rumah. "Saya khawatir orang tua yang hidup sendiri mungkin gagal melarikan diri," kata Yamanaka (53).

"Orang-orang yang lemah secara fisik mungkin sudah terlambat keluar ketika tiba-tiba hujan deras, membanjiri daerah itu."

Fumiko Inokuchi (61) mengaku melarikan diri dari rumah pada hari Sabtu lalu. Ia berlindung di sebuah gedung perawatan di lantai tiga. Saat itu, ia melihat dengan jelas banjir menghantam wilayahnya.

Baca juga: Jaringan Al-Qaeda Serang Satuan Patroli Pengawal Nasional Tunisia, 9 Orang Tewas

"Saya melihat rumah saya tenggelam di bawah air dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya merasa tidak berdaya," katanya, mengambil foto anak-anaknya bermain bisbol.

"Saya menikah di sini, dan kami membangun rumah ini dua tahun kemudian. Kami membesarkan tiga putra kecil kami untuk dewasa di sini, ada begitu banyak kenangan," katanya sambil matanya berkaca-kaca.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More