Forgot Password Register

2 Kombinasi Pemerintah untuk Investor Asing di Indonesia

Jusuf Kalla saat menjadi pembicara di acara IMF di Nusa Dua Bali. (Foto: Antara/Nicklas Hanoatubun) Jusuf Kalla saat menjadi pembicara di acara IMF di Nusa Dua Bali. (Foto: Antara/Nicklas Hanoatubun)

Pantau.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, meyakinkan kepada investor swasta bahwa pemerintah akan mengombinasikan viabelitas komersial dan sosial proyek infrastruktur. Ini ia nyatakan dalam Forum Infrastruktur Global 2018 di Nusa Dua Bali, Sabtu (13/10/2018).

"Untuk biaya proyek yang 'non-commercially viable' seperti membangun irigasi, jalan desa, infrastruktur di daerah terpencil tentu itu tugas pemerintah, tapi sektor swasta punya pekerjaan lebih besar untuk infrastruktur penting seperti komunikasi atau listrik," ujar Jusuf Kalla.

Baca Juga: Dapat Kucuran Dana dari ADB, JK Tegaskan Pemerintah Menghitung Kebutuhan

Karena itu, Wapres meyakinkan para investor swasta yang hadir dalam forum tersebut menilai pemerintah Indonesia mengerti kepentingan bisnis bagi investasi mereka, sekaligus meminta mendukung upaya kombinasi yang dilakukan pemerintah.

JK menekankan bahwa pada dasarnya infrastruktur dibutuhkan semua negara, tidak hanya negara pasar berkembang, seperti Indonesia. Namun juga negara maju, yang berbeda adalah tantangan yang dihadapi masing-masing negara.

"Di negara kepulauan, termasuk seperti Indonesia, konektivitas laut dan udara sangat penting sehingga transportasi harus bagus kalau tidak ekonomi akan masalah karena kami butuh biaya logistik yang lebih mahal dari negara kontinental," kata dia.

Baca Juga: Asian Development Bank Kucurkan Bantuan Darurat $1 Miliar ke Indonesia

Kalla pun menyerukan kerja sama multilateral untuk menjawab tantangan infrastruktur global saat ini yang meliputi mempercepat pembangunan dengan melibatkan investor swasta, pembiayaan proyek jangka panjang, efektivitas strategi pemerintah, dan teknologi.

Forum Infrastruktur Global 2018 dihadiri berbagai bank pembangunan dunia, institusi investasi, dan perbankan dunia. Pertemuan tersebut merupakan salah satu sesi Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia- di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More