Pantau Flash
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS

3 Evaluasi Greysia/Apriyani Pasca Fuzhou China Open 2018

3 Evaluasi Greysia/Apriyani Pasca Fuzhou China Open 2018 Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea Selatan), pada babak perempatfinal Fuzhou China Open 2018, di Haixia Olympic Sports Center, Jumat 9 November 2018. Pasangan peringkat empat dunia ini terhenti lewat pertarungan tiga gim dengan skor akhir 17-21, 21-17, 18-21.

Ini merupakan kekalahan pertama Grey/Apri dari Lee/Shin dari empat pertemua kedua pasangan tersebut. Sebelumnya, pasangan Idonesia ini selalu bisa mengatasi perlawanan Lee/Shin.

Asisten pelatih ganda putri Indonesia Chafidz Yusuf pun mengakui kalau Grey/Apri cukup kewalahan mengahadapi pasangan Korea Selatan tersebut. Dia mengatakan, pasangan Indonesia tidak bisa keluar dari tekanan yang diberikan Lee/Shin terutama di gim pertama dan ketiga.

“Yang jelas mereka tidak bisa keluar dari tekanan lawan, khususnya di game pertama dan ketiga. Lawan mempunyai power dan lebih cepet reaksinya,” kata Chafidz.

"Di game kedua sudah bisa temukan permainan, tapi kemudian lawan kembali ke pola pertama mereka untuk terus menekan. Kebutuhan pola main di sini kan disesuaikan dengan lajunya bola yang agak kencang, jadi siapa yang pertahanannya rapat saat adu bola datar dan unggul di permainan depan, mereka yang lebih berpeluang mendapatkan poin,” jelas Chafidz.

Dari kekalahan tersebut, Chafidz menyadari masih ada kekuarangan yang dimiliki Grey/Apri saat bertanding. Setidaknya, dia menyebutkan ada tiga evaluasi yang harus dilakukan pemegang gelar juara Thailand Open 2018 untuk bisa lebih baik lagi ke depannya.

Ketiga hal yang dimaksud adalah pembacaan arah bola, servis, serta menambah power pada pukulan. Chafidz merasa Grey/Apri belum terlalu baik dalam ketiga hal tersebut.

“Greysia/Apri harus bisa membaca arah pukulan lawan, sehingga mereka bisa antisipasi. Kemudian Greysia juga harus terus memperbaiki servisnya meskipun sekarang sudah jauh lebih baik. Mereka juga harus menambah power pukulan untuk bisa mematikan lawan,” ujarnya.

Setelah dari Fuzhou China Open 2018, Grey/Apri dijadwalkan mengikuti Hong Kong Open 2018 yang berlangsung pekan depan.




Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: