Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

3 Hal Menarik dalam Sidang Sengketa Pilpres di MK

3 Hal Menarik dalam Sidang Sengketa Pilpres di MK Sidang lanjutan PHPU di MK (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Mahkamah Konstitusi kembali menggelar sidang sengketa hasil Pilpres 2019 pada Selasa (18/6/2019). Agenda sidang lanjutan adalah mendengarkan jawaban termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta pihak terkait yaitu paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dalam sidang kali ini juga diagendakan untuk mendengarkan jawaban pemberi keterangan, yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Adapun pemohon dalam hal ini adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bantahan dan tudingan terdengar jelas selama berjalanan sidang di gedung yang berada di Jalan Merdeka tersebut.

Berikut Pantau.com rangkum tiga penyataan menarik dalam sidang sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: KPU Minta MK Tolak Seluruh Gugatan Tim Hukum 02 Prabowo-Sandi

KPU irit bicara 


Bambang Widjojanto dalam sidang lanjutan PHPU di MK (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Tim Hukum Prabowo-Sandi menilai bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlalu percaya diri secara berlebihan atau overconfidence dalam menjawab gugatan mengenai sengketa Pilpres 2019 yang diajukan pihaknya di Mahkamah Konstitusi (MK).

"KPU pede (percaya diri) banget, bisa over confidence," ujar Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) menanggapi jawaban KPU dalam persidangan di Gedung MK.

BW menilai KPU terlalu percaya diri lantaran hanya membaca jawaban atas permohonan gugatan sebanyak 30 halaman jawaban dari permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi. Padahal seharusnya ada 300 halaman yang dipaparkan.

KPU bantah dukung paslon 01


Ketua tim kuasa hukum KPU Ali Nurdin (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

KPU RI sebagai pihak termohon dalam gugatan sengketa Pilpres 2019 di MK memberikan bantahan terhadap gugatan yang dilayangkan pihak paslon Prabowo-Sandi yang menyebut bahwa KPU telah berpihak terhadap paslon Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Kuasa Hukum KPU RI, Ali Nurdin dalam membacakan jawaban atas pokok permohonan pihak pemohon yakni kubu 02 di dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019.

KPU melalui Ali menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan kewajibannya untuk memperlakukan peserta pemilu secara adil dan setara sebagaimana diatur dalam pasal 14 Huruf b Undang-Undang Pemilu.

Baca juga: Ini Bantahan KPU Soal Gugatan Mendukung Paslon 01 di Pilpres 2019

KPU minta MK tolak gugatan tim hukum Prabowo-Sandi


Sidang lanjutan PHPU di MK (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

KPU telah membacakan jawaban atas permohonan gugatan sengketa Pilpres 2019 yang dilayangkan paslon Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam petitumnya, KPU meminta MK tidak menolak seluruh gugatan yang dilayangkan oleh pihak pemohon yakni kubu paslon 02.

"Dalam pokok perkara, menolak permohonan pemohon untuk sepenuhnya," ujar Ali Nurdin.

Untuk itu, dalam petitumnya KPU meminta MK menyatakan Keputusan KPU Nomor 987 tentang Penetapan Hasil Pemilu Pilpres dan Pileg 2019 pada 21 Mei 2019 adalah hasil yang sah. Penetapan itu menjadikan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: