Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

300 Ribu Ton Gula Masih Impor, Sanggupkah 10 Pabrik Baru Menolong?

Headline
300 Ribu Ton Gula Masih Impor, Sanggupkah 10 Pabrik Baru Menolong? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hobi ngopi atau teh? pasti enggak ketinggalan dengan rasa manis gula pasirnya kan. Nah sobat Pantau, data dari Kementerian Pertanian  menyebutkan kebutuhan gula dalam negeri itu 2,8 juta ton per tahun. Saat ini, kemampuan produksi gula dalam negeri baru 2,5 juta ton per tahun dan 300 ribu ton sisanya masih diimpor.

Rupanya untuk memenuhi kebutuhan itu, Kementerian Pertanian mengungkapkan soal investasi pada sektor gula sudah dimulai sejak tahun 2014, bahkan sekarang sudah ada 10 pabrik gula tambahan dan 7 diantaranya sudah mulai beroperasi. 

"10 pabrik yang sudah dan akan beroperasi memiliki nilai investasi sekitar Rp 43,82 triliun, yang nantinya akan menyerap tenaga kerja sekitar 2 juta pekerja. Jika sepuluh pabrik gula itu beroperasi, maka total kapasitas produksi minimal mencapai 100.000 ton cane per day (TCD), dengan target tambahan areal tebu inti sebesar 94.100 hektare dan plasma seluas 103.900 hektare, serta potensi produktivitas tebu rata-rata sebesar 92,5 ton per hektar dan potensi produktivitas gula sebesar 8,14 ton per hektare dengan rata-rata tingkat rendemen untuk 10 pabrik gula tersebut berkisar 8,7 persen,"  ujar Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Baca juga: Kementan Somasi Majalah Tempo Soal Pemberitaan Investasi Swasembada Gula

Kasdi menegaskan investasi dan Ekspor merupakan komponen paling penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Kementan mereformasi perizinan untuk memperbaiki iklim investasi khususnya di sektor perkebunan.

"Kita akan jemput bola langsung ke setiap investor yang akan menanamkan investasi di sektor pertanian khususnya Perkebunan," tambahnya.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Agus Wahyudi mengungkapkan bahwa dari sepuluh perusahaan pabrik gula yang tujuh diantaranya sudah beroperasi yaitu PT. Laju Perdana Indah, PT. Sukses Mantap Sejahtera, PT. Gendhis Multi Manis, PT. Kebun Tebu Mas, PT. Industri Gula Glenmore, PT. Adhi Karya Gemilang dan PT. Rejoso Manis Indo. Untuk dua perusahaan gula lainnya akan mulai beroperasi pada akhir Desember 2019 yaitu PT. Pratama Nusantara Sakti dan PT. Jhonlin Batu Mandiri serta untuk PT. Muria Sumba Manis akan mulai beroperasi pada Desember 2020.

Baca juga: Singgung Soal Teknologi, Sri Mulyani Keluarkan 5 Jurus Kesejahteraan?

Agus menambahkan bahwa untuk penambahan luas area tebu akan lebih dikonsentrasikan pada lokasi di luar Jawa yang mana dari 10 pabrik gula baru tersebut enam diantaranya berlokasi di luar Jawa. Untuk penambahan luas lahan akan sangat memungkinkan nantinya perluasan lahan tebu, namun perlu pendampingan dan penerapan teknologi. Penerapan teknologi sangat penting karena diluar Jawa umumnya merupakan pemain baru dalam pergulaan, sehingga perlu pendampingan dan strategi dalam menjalankan usahanya. 

"Ada tiga strategi dalam meningkatkan produktivitas tebu, yakni tata kelola air, peningkatan kesubutan tanah, serta mengembangkan pola dan jadwal tanam. Sehingga nanti hasilnya dengan rendemen yang bagus, serta hasil produktivitas nya tinggi, " ujar Agus.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: