Forgot Password Register

41 Masjid di Kementerian, Lembaga dan BUMN Terindikasi Radikalisme

Ilustrasi masjid (Foto: Pantau.com/Fery heryadi) Ilustrasi masjid (Foto: Pantau.com/Fery heryadi)

Pantau.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Badan Nasional Penganggulangan Terorisme dan Majelis Ulama Indonesia (BNPT dan MUI) menyikapi temuan adanya 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan terindikasi disusupi radikalisme.

"Harus ada klarifikasi soal temuan tersebut, jangan sampai menjadi polemik yang menimbulkan keresahan," kata Bambang Soesatyo, di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet mengatakan hal itu usai menanggapi hasil survei yang dilakukan sebuah lembaga masyarakat Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang menyebut ada sebanyak 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan terindikasi disusupi radikalisme.

Baca juga: Pengamat Teroris: Masjid di Jakarta Utara Paling Banyak Terpapar Radikalisme

Hasil survei itu, kata Bamsoet, menyebutkan survei dilakukan pada 100 masjid di lingkungan pemerintahan, baik kementerian, lembaga, maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, Komisi VIII DPR RI yang membidangi keagamaan agar menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan rapat kerja bersama Menteri Agama.

"Undang juga P3M untuk menjelaskan mengenai hasil surveinya yang menyebut sejumlah masjid di lingkungan pemerintahan terindikasi disusupi paham radikal tersebut," ujarnya.

Bamsoet juga meminta BNPT dan MUI mendalami temuan P3M, untuk melakukan pencegahan. "Temuan P3M ini juga menjadi pengingat bagi BNPT, kementerian dan lembaga (KL) maupun BUMN untuk selalu mewaspadai radikalisme," katanya.

Baca juga: Sandiaga Sebut 40 Masjid Jakarta Ajarkan Radikalisme, Hanafi Rais: Pahami Dulu

Menurut dia, peningkatan pengawasan terhadap radikalisme juga harus dibarengi dengan pendidikan tentang nasionalisme.

"Saya meminta BNPT, BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian di Indonesia, untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di lingkungannya dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme," katanya.

Bamsoet juga meminta Kementerian Agama dapat memberikan pelatihan dan penyuluhan secara berkala kepada para tokoh agama dan ulama yang biasa menyampaikan ceramah keagamaan, agar materi ceramah yang disampaikan mmemupuk rasa damai dan kekeluargaan antarumat beragama.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More