Pantau Flash
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019

5 Zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok Elektrik

5 Zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok Elektrik Ilustrasi Vape. (Foto: smokingvapor)

Pantau.com - Meski di klaim lebih aman dari rokok konvensional, nyatanya rokok elektrik mengandung berbagai macam zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh pengguna.

Rokok elektrik atau biasa disebut vape memang tidak mengandung zat berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida. Kendati demikian, bukan berarti vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau.

Vape justru memiliki kandungan zat kimia berbahaya lain, seperti nikotin, asetaldehida, akrolein, propanal, formaldehida, logam berat, dan diasetil, yang hampir sama dan bahkan lebih banyak dari rokok tembakau.

Selain zat-zat yang sudah disebutkan, ada beberapa zat lain yang terkandung dalam rokok elektrik, dan masing-masing memiliki kadar yang juga berbahaya bagi tubuh. Berikut zat-zat yang terkandung dalam rokok elektrik dan efeknya:

Baca Juga: Infografis Sederet Zat Kimia Berbahaya yang Membuat Vape Dilarang

1. Nikotin

Badan pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menyatakan telah mendeteksi kandungan nikotin dalam rokok elektrik, yang diklaim tanpa nikotin. Kadar nikotin pada rokok elektrik yang menggunakan tangki tinggi dan bisa memicu peningkatan adrenalin, tekanan darah, dan denyut jantung, serta berpotensi menyebabkan overdosis nikotin.

2. Propylene Glycol dan Glycerol

Propylene Glycol terkandung dalam kepulan asap dan sering digunakan sebagai zat aditif pada makanan sementara sedangkan Glycerol digunakan pada industri makanan, kosmetik dan farmasi. Kedua zat itu berfungsi sebagai alat angkut nikotin dan perasa serta menciptakan rasa uap layaknya asap rokok. Efek samping penggunaannya adalah nyeri otot, sakit tenggorokan, asma, sesak dada, penurunan fungsi paru-paru, dan iritasi pernapasan.

3. Logam

Rokok elektrik berpotensi menyalurkan partikel logam ke dalam paru-paru. Kadar timbal dan kromium dalam uap rokok elektronik sama dengan pada rokok konvensional, namun kadar nikel-nya 100 kali lebih tinggi dibandingkan rokok konvensional.

Baca Juga: AS Naikkan Usia Minimum Pengguna Rokok Elektrik Jadi 21 Tahun

4. Karbonil

Karbonil merupakan karsinogen potensial yang terdapat dalam uap rokok elektrik, zat ini sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang, karena dapat memicu tumbuhnya sel kanker dan leukimia.

5. Tobacco Nitrosamines

Tobacco nitrosamines terdapat dalam uap semua rokok elektronik dengan tingkat lebih rendah atau setara dengan yang terdapat dalam asap tembakau. Namun terdapat juga zat lain, seperti aerosol, rimonabant, diethylene glycol, coumarin, dan tadalafil atau senyawa obat untuk terapi disfungsi seksual juga terdapat dalam rokok elektrik.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: