Pantau Flash
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi
Ketua MPR: UU Buatan DPR dan Pemerintah Banyak yang Salahi UUD 1945
Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas
Pratu Sirwandi, Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB di Papua Gugur
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014

6 Posko Kesehatan PHE ONWJ Layani 7.500 Orang di Wilayah Terdampak

6 Posko Kesehatan PHE ONWJ Layani 7.500 Orang di Wilayah Terdampak Petugas menimbang berat karung berisi tumpahan minyak mentah yang tercecer di Laut Jawa, Pasirputih, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Senin (12/8/2019). (Foto: Antara/M Ibnu Chazar)

Pantau.com - Sebanyak 6 Posko Kesehatan dan Layanan Dokter Keliling yang disiagakan PT Pertamina Hulu Energi-Offshore North West Java (PHE-ONWJ) bekerjasama dengan PT Pertamedika telah melayani 7.504 orang di wilayah terdampak. Jumlah ini merupakan kumulatif sejak pelayanan Posko Kesehatan dibuka pada 30 Juli 2019 hingga 13 Agustus 2019.

VP Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya menyatakan PHE ONWJ bersinergi dengan Pertamedika menyiagakan 6 Posko Kesehatan untuk melayani kesehatan masyarakat di wilayah terdampak yang ditempatkan di Karawang dan Kepulauan Seribu.

Sebanyak 5 Posko Kesehatan disiagakan di Karawang tersebar di Desa Cemara Jaya, Sungai Buntu, Sedari, Tambak Sari dan Muara Beting. Posko tersebut didukung 5 orang dokter, 35 tenaga medis, dan diperkuat dengan 5 unit ambulance yang dilengkapi dengan peralatan medis dan obat-obatan.

Baca juga: Alasan Keadilan, Uni Eropa Berlakukan Pajak Impor Biodiesel dari Indonesia

Sedangkan di Kepulauan Seribu, PHE ONWJ menempatkan 1 tim medis yang terdiri dari 1 orang dokter dibantu 2 tenaga medis dan perahu ambulance/ambulance laut yang bekerjasama dengan puskesmas Pulau Tidung dan Pulau Lancang.

"Seluruh Posko Kesehatan PHE ONWJ setiap hari rata-rata melayani sekitar 500 orang, termasuk layanan dokter keliling dari Karawang hingga Bekasi, untuk melayani masyarakat yang sulit dijangkau serta masyarakat yang sudah lanjut usia," terang Ifki.

Untuk mendukung layanan, lanjut Ifki, PHE ONWJ juga telah menyiagakan ambulance dengan standard emergency yang dilengkapi dengan alat defibrilasi jantung otomatis (Automated External Defibrillator/AED), antisipasi tindakan darurat bagi masyarakat yang terkena serangan jantung.

"Selain melayani masyarakat terdampak, Tim medis juga melakukan sosialisasi kesehatan, serta daily check up (DCU) kepada para tenaga pendukung dan sukarelawan yang membantu dalam pembersihan pantai," imbuh Ifki.

Menurut Ifki, masyarakat di wilayah terdampak umumnya mengeluhkan sakit pusing dan gatal, namun demikian Posko Kesehatan juga melayani keluhan masyarakat atas berbagai penyakit yang sudah lama diderita.

Baca juga: Diserang Isu Bangkrut di Sosial Media, Bank Mandiri Angkat Bicara

"Kita akan terus maksimalkan pelayanan di 6 Posko Kesehatan, hingga saat ini seluruh kebutuhan paramedis, obatan-obatan dan peralatan masih mencukupi," ucap Ifki.

PHE ONWJ juga menyambut baik antusias masyarakat pesisir Karawang yang secara sukarela turut serta menjadi tim pendukung untuk membersihkan pantai serta membantu proses kelancaran operasional Posko Logistik.

Saat ini, PHE ONWJ didukung 3.963 personil yang terbagi dua kelompok yaitu 959 personel bertugas di perairan dan 3004 personel bertugas di daratan. Dukungan personil ini di daratan terdiri dari elemen Oil Spill Combat Team (OSCT), TNI, Polri, dan masyarakat pesisir Karawang. Seluruh relawan dilengkapi APD sesuai standar HSSE industri migas dalam menangani tumpahan minyak.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: