Pantau Flash
Bom Mobil Terjang Demonstrasi Anti Pemerintah di Irak, 4 Orang Tewas
Menangi Perang Saudara, Ginting ke Final Hong Kong Open 2019
Hasil Kualifikasi MotoGP Valencia 2019: Quartararo Kalahkan Marquez
Polda Sumut Tetap 18 Tersangka dalam Serangan Bomber di Polrestabes Medan
BPBD Sebut Belum Ada Penetapan Tanggap Darurat Gempa Malut

6 Tanda Sakit Perut yang Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Berbahaya!

Headline
6 Tanda Sakit Perut yang Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Berbahaya! Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sakit perut kemungkinan bisa saja terjadi saat kamu mengalami gangguan pencernaan atau penumpukan gas akibat asupan karbohidrat yang berlebih. Kamu mungkin pernah menyepelekan penyakit yang satu ini, dan kamu anggap 'nanti juga sembuh dengan sendirinya'. 

Namun ternyata, sakit perut tidak boleh dianggap sepele. Terkadang, adakalanya sakit perut menjadi suatu ancaman dan bisa berbahaya bagi tubuhmu.

Berikut tanda-tandanya seperti dilansir Medical Daily:

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari? Awas Bahaya Serangan Fajar!

1. Nyeri perut setelah makan banyak

Menurut Hardeep Singh, MD, ahli gastroenterologi di St. Joseph Hospital, rasa sakit yang luar biasa di perut setelah makan besar yang tidak hilang bisa menjadi pertanda serangan kandung empedu. 

Tugas utama kantong empedu menyimpan empedu dan mendistribusikannya ke usus kecil untuk membantu pencernaan lemak. Nah, ketika organ kecil berbentuk buah pir yang terletak di bawah hati itu tersumbat dan meradang, maka bisa menyebabkan penyakit kantong empedu.


2. Nyeri samar di perut bagian atas

Robert Glatter, MD, juru bicara American College of Emergency Physicians (ACEP) mengatakan, rasa sakit yang tidak jelas di perut bagian atas atau tengah disertai mual dan sendawa dapat jadi penanda jika ada yang tidak beres dengan jantungmu. Bahkan, bisa saja kamu akan mengalami serangan jantung.

Muntah yang terkait dengan nyeri punggung atau rahang dan sesak napas juga bisa mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera.


3. Kram perut yang berhubungan dengan diare

Diare atau sembelit dengan kram perut atau perasaan kembung dapat mengindikasikan sindrom iritasi usus besar, menurut Dr Singh.

Singh menyarankan penderita menggunakan obat yang akan meringankan rasa sakit ketika kamumengalami hal ini. Di sisi lain, mengelola diet dan stres juga bisa mengendalikan iritasi usus besar dalam jangka panjang.


4. Tiba-tiba sakit perut yang parah

Jika kamu memiliki riwayat penyakit ulkus peptikum atau mengonsumsi NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi) dan mengalami nyeri hebat secara tiba-tiba, perforasi mungkin terjadi di perut Anda, kata Dr Glatter.

Perforasi memerlukan prosedur bedah karena bisa menyebabkan kondisi lebih serius yang disebut peritonitis ketika tidak segera ditangani.

Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang disebabkan infeksi bakteri atau jamur, hasilnya muncul seperti selaput sutra yang menutupi organ-organ di perut.

Glatter menjelaskan, ketika rongga perut terkontaminasi, maka dapat menyebabkan syok septik yang dapat melemahkan organ-organ dan pada akhirnya menyebabkan kematian, kecuali jika kamu menjalani operasi.

Baca juga: Bukan Usia, Tapi Faktor Ini yang Bisa Menentukan Kapan Anak Sekolah

5. Nyeri perut kiri bawah

Nyeri perut di sisi kiri bawah yang semakin memburuk saat kamu bergerak mungkin pertanda divertikulitis, yakni kantong-kantong kecil di usus besar yang terhambat dan berlubang.

Glatter mengatakan, kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik dan beberapa pelunak feses untuk mengurangi risiko infeksi.

Namun, antibiotik mungkin sebenarnya tidak diperlukan seperti saran para ahli kesehatan, jadi dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit dan melihat apakah itu akan cukup sebelum memberi Anda obat yang lebih kuat.


6. Sakit perut dan penurunan berat badan

Sakit perut menusuk disertai dengan penurunan berat badan, darah dalam tinja, gejala anemia dan riwayat kanker gastrointestinal atau penyakit radang usus dalam keluarga menunjukkan penyakit serius yang mungkin kanker, menurut Gregory Sayuk, MD, M.PH, profesor kedokteran dan psikiatri di Washington University School of Medicine in St. Louis.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Ragam