Forgot Password Register

Headlines

60 Persen Tenaga Kerja di Indonesia Rentan Tergantikan oleh Mesin

60 Persen Tenaga Kerja di Indonesia Rentan Tergantikan oleh Mesin Ilustrasi robot. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan Talent atau Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan ekonomi digital

"Tanpa talent digital, akan sulit untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital dengan optimal," Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahudin dalam peluncuran laporan The Digital Komodo Dragon di Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: BPJT: Tol Gratis Sulit Dijalankan di Indonesia

Lebih lanjut kata dia, perkembangan teknologi telah mengubah lanskap pekerjaan. Terdapat pergeseran peran manusia oleh mesin, tetapi di sisi lain teknologi digital juga telah menciptakan lapangan kerja baru.

"60 persen dari tenaga kerja Indonesia saat ini terdiri dari staf administrasi; tenaga kerja di pertambangan, konstruksi, dan manufaktur; petugas kebersihan, pembantu, perawat; pemilik toko; dan petani. Mereka merupakan pekerja yang rentan tergantikan oleh mesin (Indonesian Projection Population Revised 2015-2045, Bappenas)," paparnya.

Baca juga: Segera! Mobil Bisa 'Gilas' Tol Layang Jakarta-Cikampek

Menanggapi hal tersebut, pihaknya mengaku saat ini pemerintah sedang menyusun strategi pengembangan talent digital, berupa reskilling dan upskilling, agar tenaga kerja Indonesia tetap relevan di era digital.

"Dalam upaya pengembangan talent tersebut, kami juga melihat pentingnya bekerja sama dengan industri dan akademisi. Mereka lah yang lebih mengetahui perkembangan teknologi dan kebutuhan skill ke depannya," katanya. 

Sebelumnya, ia mengatakan perkembangan digital perlu dimanfaatkan pada seluruh sektor pembangunan.

"Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif dalam mempersiapkan pembangunan Indonesia di era digital," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More