Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

7 Alasan Kamu Tak Harus ke Jakarta Untuk Bekerja!

7 Alasan Kamu Tak Harus ke Jakarta Untuk Bekerja! Kawasan Sudirman Central Business District (Foto: Istimewa)

Pantau.com -Tak sedikit orang akan berbondong-bondong datang ke ibukota Indonesia yakni Jakarta hanya demi bekerja. Namun ternyata ada alasan kuat yang membuat kamu tak harus datang ke ibukota, karena masa tenang dan santaimu akan hilang begitu saja.

Meski datang ke Jakarta dengan memiliki skill yang bagus pun tak akan membuatmu menemui kompetisi yang mudah. Walaupun lapangan pekerjaan lebih banyak namun saingan pun akan lebih banyak juga dan itu akan menjadi tantangan tersendiri untukmu.

Datang ke Jakarta memang terlihat menggiurkan dengan iming-iming tawaran gaji dan gemerlapnya ibukota. Namun ini 7 alasan kenapa Jakarta sebenarnya tak hanya jadi alasan satu-satunya alternatifmu untuk bekerja.

1. Waktu Habis di Jalan


Macetnya Jakarta (Foto: Istimewa)

Bukan rahasia lagi kalau Jakarta dikenal dengan kemacetan. Jadi kalau kamu berjibaku dengan kemacetan hingga mencapai waktu berjam-jam hanya untuk berangkat ke kantor dan pulang ke rumah itu sudah menjadi hal biasa dan akan selalu kamu rasakan.

Bahkan bagi kamu yang lebih memilih menggunakan angkutan umum, disini kamu akan merasakan momen di mana kamu harus menunggu kendaraan tersebut berhenti dulu untuk menanti penumpang datang dengan situasi yang paling menyebalkan karena panasnya Jakarta. Sehingga dengan ini pun waktumu akan berasa terbuang sia-sia.

Baca Juga: Infografis 5 Situs Pencari Kerja yang Cocok Banget buat Fresh Graduate

2. Tidak Bisa Menikmati Sarapan Dengan Tenang


Sarapan Bubur Ayam (Foto: Istimewa)

Sarapan tentu jadi hal yang paling wajib untuk kita para pekerja. Namun hal itu tak akan bisa dinikmati dengan tenang dan nyaman kalau kamu tidak menemukan hunian yang sesuai dengan badget dan jarak tempuh ke kantor yang dekat. Karena kamu harus berkutat dengan macetnya Jakarta, sehingga mau tidak mau kamu harus berangkat ke kantor lebih awal atau pagi buta.

Belum lagi harus drama dengan stasiun Kereta Api dan Busway yang sudah dipenuhi oleh para pekerja kantoran yang sudah terlihat berdandan rapi dan mengantri panjang sejak pagi. Sehingga kebiasaanmu yang biasanya bangun siang pun harus dihilangkan dan mau tidak mau harus merubah hal itu kalau kamu tak ingin terlambat sampai di kantor.

3. Kehidupan Pekerjaan yang Keras


Pekerja Kantoran (Foto: Istimewa)

Seringkali menghadapi kemacetan dan ditambah lelah menempuh perjalanan yang panjang, membuat kamu rentan kelelahan. Padahal jam istirahat kamu juga terbatas. Tak heran bila kamu menemui orang-orang yang ketiduran justru saat sedang di kantor atau angkutan umum.

Tak cuma itu, bahkan jam makan bisa jadi ikut molor karena rutinitas yang kamu lalui. Dimana yang biasanya kamu biasanya memiliki jadwal yang tadinya rapi, sontak berantakan. Hal itu karena yang biasanya kamu terbiasa tidur pukul 22.00, sekarang kamu akan bisa mulai tidur normal pukul 01.00. Yang lebih miris biasanya untuk para pekerja lapangan, yang biasanya jadwal makan siang pukul 12.00, sekarang bisa berubah pukul 13.00 atau bahkan bisa pukul 15.00 WIB.

4. Akhir Pekanmu Dihabiskan Dengan Melunasi Hutang Tidur


Ilustrasi Balas Dendam Dengan Tidur di Hari Libur (Foto: Istimewa)

Jenuh karena selalu terjebak macet dan deadline yang tak pernah habis, rasa lelah dan stresmu pun akan semakin tinggi. Hal itu memang tidak lepas dari kehidupanmu sehari-hari yang terpaksa tidur kurang dari 8 jam, sehingga kamu akan memilih dan memanfaatkan akhir pekan serta hari libur untuk melunasi hutang tidur yang belum terpuaskan.

Jika setiap hari kamu harus bangun subuh, diakhir pekan kamu akan memilih untuk bangun tidur pukul 10.00 WIB. Apalagi kalau bukan untuk kesehatan diri sendiri dan tentu untuk kepuasan diri.

5. Refreshing Weekend Mentok ke Mall, Karena Macet


Centra Park (Foto: Airy Room)

Tempat destinasi menarik di Jakarta memang tidak sedikit, sebenarnya ada banyak tempat menarik untuk dikunjungi di hari libur. Namun semua itu hanya bayangan dan tak akan menjadi pilihan utama untuk para pekerja yang sudah bosen dengan kemacetan panjang yang mereka rasakan setiap harinya. 

Sehingga tak sedikit para pekerja akan memilih mall untuk menjadi tempat refreshing mereka karena memikirkan jarak tempuh karena memang di setiap sudut kota Jakarya banyak mall yang bertebaran, sehingga kita akan banyak pilihan dan alternatif untuk memilih kemana sebagai penghilang penat.

Baca Juga: 5 Profesi Paling Banyak Dicari di Indonesia Saat Ini

6. Makanan di Pinggir Jalan Lebih Mahal Dari Pada Fast Food


Makanan Cepat Saji (Foto: Ekspress.co)

Bagaimana tidak, di manamun kamu berada makanan fastfood akan memiliki kisaran harga yang sama dan tidak akan lebih mahal dari harga pada umumnya. Namun makanan ini memang bisa dibilang kurang bergizi, karena kamu hanya akan menyantap nasi dan ayam goreng tepung saja tidak ada sayuran ataupun makanan bergizi lainnya.

Namun pilihan ini bisa dibilang paling aman dibandingkan harus memasan satu porsi capcay di pinggir jalan. Kenapa?, iyaps jawabannya sudah pasti yakni biaya yang akan dikeluarkan bisa jauh lebih besar dari pada makan fastfood. Hal itu bisa kalian hitung sendiri di mana kamu hanya perlu merogoh kocek Rp. 20.000 hanya untuk menikmati fastfood,tapi untuk bisa makan nasi, sayur, telur balado, sebotol air mineral saja kamu bisa merogoh kocek hingga Rp. 30.000 ribu rupiah, sehingga pilihan selalu jatuh pada makanan cepat saji.

7. Jutaan Pelamar Jadi Sainganmu


Para Pencari Kerja (Foto: Istimewa)

Ada banyak perusahaan dan ada banyak pula pekerja/karyawan di Jakarta. Mereka berlomba-lomba menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan yang terbaik. Beberapa perusahaan yang sejenis tentunya selalu memperhatikan perkembangan masing-masing kompetitornya. 

Sebagai seorang pekerja, kamu tentunya hanya bisa menjalankan apa yang atasan inginkan bukan? Apalagi jika kamu bekerja dengan target dan diharuskan mencari pendanaan. Tak sebatas antar perusahaan, persaingan ketat ada juga yang terjadi dengan sesama kawan.


Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Ekonomi

Berita Terkait: