Forgot Password Register

Ada Pembatasan Impor, Modifikator Mulai Beralih ke Produk Dalam Negeri

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Asosiasi modifikasi dan aftermarket Indonesia (National Modificator & Aftermarket Association/NMAA) menilai kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mempengaruhi harga produk aftermarket, sehingga menyarankan modifikator untuk menggunakan produk buatan lokal.

Pimpinan NMAA, Andre Mulyadi, mengatakan industri modifikasi di Indonesia sudah berkembang sehingga modifikator tidak selalu harus mengandalkan barang-barang impor untuk mempercantik kendaraan.

"Dolar mempengaruhi, makanya kami mendorong industri lokal," kata Andre Mulyadi, Rabu (12/9/2018). 

Baca juga: Dekat dengan Kehidupan Kita, Apakah Produk Amerika Ini akan Naik Harga?

"Harga memang mengikuti dolar, langsung naik kalau beli dari luar. Selama ini kan modifikasi itu harus beli dari luar negeri, jadi kami mau membalik itu semua," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa banyak parts modifikasi buatan dalam negeri mulai dari bodi kit, interior hingga lampu-lampu.

Terkait kualitas, founder NMAA itu mengatakan bahwa produk aftermarket dalam negeri terbukti kebolehannya karena pernah ditampilkan pada pameran modifikasi Osaka Automesse 2018 di Jepang, pada awal tahun ini.

"Tidak kalah, kami sudah buktikan waktu pameran di Jepang. Mereka tertarik dengan produk lokal kita," ujarnya.

Baca juga: Sebut Ekonomi Global bak Avenger Infinity War, Siapa Thanos yang Dimaksud Jokowi?

Kendati demikian, ia mengakui terdapat beberapa jenis produk yang belum bisa diproduksi di dalam negeri, misalnya parts mesin, rem, dan teknologi.

"Namun yang sifatnya lebih ke teknologi, misalnya parts engine atau parts rem, memang belum bisa produksi, tapi kami dorong ke sana," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More