Pantau Flash
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor
13 Aliran Kepercayaan Sesat Tumbuh di Bekasi
PSSI Tak Tahu Keberadaan Simon McMenemy saat Ini
DPR RI pada BI: Jangan Sampai Penggunaan Uang Digital Jadi Money Creation
Timnas U-22 Indonesia Ditahan Iran 1-1

Ada Pusat Tekanan Rendah di Samudera Pasifik, Apa Terjadi pada Indonesia?

Ada Pusat Tekanan Rendah di Samudera Pasifik, Apa Terjadi pada Indonesia? Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang akan terjadi di beberapa wilayah perairan di Indonesia karena terdampak pusat tekanan rendah 998 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina.

Informasi dari Kabag Humas BMKG Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Jumat, kondisi tersebut bisa berdampak tinggi gelombang 1,25 meter hingga 4 meter dalam beberapa hari ke depan. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-30 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Banten, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, Perairan Halmahera, Perairan Sorong - Raja Ampat, Perairan Sermata - Tanimbar, Perairan Kei - Aru, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: Infografis Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Indonesia

Dari hasil pantauan BMKG, perairan di Indonesia yang diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi 2,50-4 meter yaitu Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Perairan Timur Bitung-Sitaro, Samudra Hindia Barat Sumatera.

Lalu di Laut Halmahera, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Lombok, Perairan Selatan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, Selat Bali - Lombok bagian Selatan Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat.

Sementara perairan di Indonesia yang diperkiraan mengalami gelombang tinggi 1,25-2,50 meter atau kategori sedang yaitu Selat Malaka bagian Utara, Perairan Kepulauan Selayar - Kepulauan Sabalana, Perairan Utara Sabang, Laut Flores, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Kepulauan Baubau - Wakatobi Teluk Tolo, Perairan Barat Aceh, Perairan Manui-Kendari, Perairan Timur Keyp Mentawai.

Kondisi yang sama juga diperkirakan terjadi di Perairan Selatan Kepulauan Sula hingga Kepulauan Banggai, Perairan Selatan Pulau Sumbawa hingga Pulau Sumba Laut Banda dan Laut Seram, Selat Sumba, Perairan Selatan Ambon, Perairan Pulau Sawu hingga Pulau Rotte – Kupang, Perairan Utara Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, Laut Timor Selatan NTT dan Laut Sawu.

Baca juga: Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Serta di Perairan Utara Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna, Perairan Fakfak-Kaimana-Amamapere, Perairan Utara Pulau Bangka, Laut Sulawesi, Selat Karimata dan Laut Jawa, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Utara Pulau Madura hingga Kepulauan Kangean.

Juga di Laut Maluku bagian Selatan, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Halmahera, Perairan Kotabaru hingga Balikpapan, Perairan Sorong – Raja Ampat, Selat Makassar, Perairan Jayapura, Perairan Kalimantan Utara, dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat terutama yang tinggal atau beraktivitas di pesisir seperti nelayan yang menggunakan perahu untuk mewaspadai kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: