Forgot Password Register

Akhir Cerita Pelaku Gendam Bermodal Kitab Istanbul dan Batu Merah Delima

Akhir Cerita Pelaku Gendam Bermodal Kitab Istanbul dan Batu Merah Delima Pelaku gendam tertangkap (Foto: RRI)

Pantau.com - Dua dari tiga tersangka kasus penipuan dengan modus gendam diringkus Polsek Kartoharjo Resor Madiun.

Dua pelaku yang telah terciduk adalah TAM (38) dan AL (40) warga Banten, sedangkan satu lainnya berinisial IS yang saat ini masih menjadi Daftar Pencarian orang (DPO).

Kapolsek Kartoharjo, Komisaris Polisi Eddy Siswanto mengatakan, dalam melancarkan aksinya tersangka TAM yang mengaku warga negara Brunei Darussalam dan AL mengelabui korban dengan cara menunjukkan sebuah rajah Al-Quran Istanbul dan batu merah delima kepada korban.

Barang antik tersebut digunakan pelaku dengan dalih dapat menyembuhkan guna-guna dan berbagai macam penyakit di tubuh korban. Korban yang saat itu bersama anaknya berada di salah satu pusat perbelanjaan lalu diminta menyerahkan semua perhiasan dan ponsel sebagai syarat ritual pengobatan.

Baca juga: Ngeri! Perampok Bersenjata Api Sandera Penghuni Rumah di Pekanbaru

Lalu korban diminta membeli telur dan air mineral di area Foodmart, sementara kedua tersangka berada di area Foodcourt. Korban yang akhirnya merasa curiga dengan ulah para pelaku akhirnya kembali ke area Foodcourt. Namun para pelaku telah kabur dengan membawa perhiasan dan ponsel korban. Kejadian itu terjadi pada Jumat, 23 Maret 2018.

Eddy melanjutkan, berselang tiga bulan kemudian tepatnya pada Rabu, 11 Juli 2018 korban mengetahui kedua tersangka berada di area Plaza Madiun. Seketika korban langsung berteriak, dan langsung memancing perhatian. Massa yang berada di sekitar lokasi langsung berkerumun untuk menangkap pelaku yang hendak melarikan diri. Akibatnya pelaku AL mengalami cidera di kedua kaki, karena terjatuh saat berusaha kabur dengan cara melompat pagar.

"Jadi dua kali pengakuan tersangka di Madiun melakukan tindak pidana. Sasaran korban adalah ibu-ibu yang mungkin bawa uang banyak dan perhiasan. Tindak lanjutnya kami lakukan penyelidikan lanjut ke proses penyidikan. Tersangka dua-duanya kita amankan di tahanan Polsek Kartoharjo. Mudah-mudahan ini bisa berkembang, karena pengakuan tersangka sementara, dia tidak sendiri, tapi ada tiga kelompok lain,” kata Eddy, di Madiun, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Niat Ngerampok Gagal, Begal Ini Justru Tewas oleh Celuritnya Sendiri

Menurut Eddy, kedua tersangka sebenarnya tidak memiliki ilmu gendam dan hanya memiliki kemampuan menguasai situasi. Atas insiden tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp25 juta. Tersangka dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. 

Barang bukti yang diamankan petugas diantaranya dua unit ponsel, dua buah cincin emas masing-masing seberat 4,6 gram dan 5,1 gram. Liontin emas seberat 2,4 gram dan gelang emas seberat 24,5 gram. 

Selain itu, petugas juga mengamankan sebuah kitab Istanbul, sebuah guci kuningan berisikan batu merah delima palsu, dan dua lembar paspor imigrasi yang dikeluarkan negara Brunei Darusalam atas nama Sultan Abdul Gani dan Abdul Malik. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More