Forgot Password Register

Akibat Video 'Candaan', Bek Kroasia Ini Terancam Hukuman FIFA

Domogaj Vida saat melakukan selebrasi. (Foto: Reuters) Domogaj Vida saat melakukan selebrasi. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemain bertahan Timnas Kroasia, Domogaj Vida, terancam dilarang bermain di partai semifinal Piala Dunia melawan Inggris. Pasalnya, Vida mendedikasikan kemenangan Kroasia saat melawan Rusia untuk Ukraina, yang tengah bersengketa dengan negeri Beruang Merah.

Seperti diketahui, Vida memvideokan kemenangannya bersama pencari bakat Kroasia, Ognjen Vukojevic. Dalam video yang diunggah di instagram, pemain Besiktas tersebut meneriakkan 'Glory to Ukraine/Jayalah Ukraina'. Kalimat tersebut merupakan semboyan tentara Ukraina.

Baca Juga: Kroasia Hentikan Laju Rusia di Piala Dunia 2018

Ya, belakangan ini Rusia dan Ukraina tengah bersitegang. Rusia mengklaim Crimea sebagai wilayahnya padahal menurut Ukraina menyebut itu daerahnya. Ukraina pun mencoba merebut kembali Crimea, tetapi pasukan militer Rusia mempertahankan daerah itu.


Kali ini FIFA tengah menginvestigasi tindakan yang dilakukan Vida. Namun, pihaknya hanya baru mendapatkan informasi beserta bukti yang baru beredar saat ini.

"Kami telah menginformasi bukti-bukti yang ada, tetapi kami tidak dapat mengomentari lebih jauh," tulis pernyataan FIFA.

Sementara itu, Vida mengatakan bahwa apa yang ia lakukan dalam video itu hanya sebuah candaan. Menurutnya, apa yang ada dalam video itu merupakan euforia kemenangan untuk semua dan tak ada unsur potik sama sekali, pemain berusia 29 tahun itu juga mengaku mencintai Rusia, Ukraina dan Kroasia.

"Kemenangan ini untuk Kroasia. Tidak ada unsur politis. Ini hanya lelucon. Saya menyukai orang Rusia, saya cinta Ukraina, Brasil dan semuanya. Sekali lagi, ini hanya lelucon," jelas Vida.

Menurut catatan peraturan disipliner FIFA, slogan politik dilarang. Hal itu tercantum dalam pasal 54 yang menyatakan bahwa siapapun yang memprovokasi publik akan disuspen dua pertandingan dan denda minimum CHF 5.000.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More