Pantau Flash
SEA Games 2019: Indonesia Tambah Emas dari Cabor Panahan Beregu Putra
Pemerintah, Ada Puluhan Desa di Bekasi Masih Dinyatakan Kumuh
Indra Sjafri Latih Timnas Senior Indonesia?
Sempat ricuh, Rakernas PAN Belum Hasilkan Jadwal Kongres
Ditetapkan sebagai Tersangka, Gathan Saleh Menghilang

Alami 69 Hari Tanpa Malam, Norwegia Jadi Negara Pertama Zona Bebas Waktu

Alami 69 Hari Tanpa Malam, Norwegia Jadi Negara Pertama Zona Bebas Waktu Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Penduduk Sommarøy, sebuah pulau di Norwegia bagian utara mengalami fenomena matahari yang tidak pernah terbenam selama 69 hari penuh selama musim panas, ingin membuat waktu tersebut menjadi zona bebas waktu pertama di dunia.

Di wilayah itu, matahari tak pernah terbit sejak bulan November hingga Januari. Hal itu membuat penduduk Sommarøy mencoba untuk memanfaatkan musim panas secara maksimal, ketika matahari berada di langit setiap 18 Mei hingga 26 Juli, seperti dilansir Odditycentral, Senin (12/8/2019).

Selama waktu tersebut, pencatatan waktu konvensional hampir diabaikan, dan selama itu jarang terlihat penduduk yang melakukan aktivitas pada akhir 'jam malam', seperti melakukan pekerjaan rumah, berenang, atau bermain di halaman rumah. 

Baca juga: Mitos Invasi Salmon Rusia Bikin Ketakutan Norwegia

Karena selalu siang hari, penduduk selalu terlelap di akhir 'jam malam' selama beberapa generasi, namun saat ini penduduk Sommarøy ingin secara resmi mendeklarasikan pulau mereka menjadi zona bebas waktu pertama di dunia.

"Selalu ada siang hari, dan kita bertindak sesuai jam. Di tengah malam, di mana rakyat kota mungkin menyebutnya pukul 02.00 pagi, Anda bisa melihat anak muda bermain sepak bola, atau penduduk yang tengah memotong rumput. Untuk kita, membuat ini secara tertulis akan berarti meresmikan sesuatu yang telah kita latih selama beberapa generasi," ucap salah satu penduduk Sommarøy, Kjell Ove Hveding.

Hal itu mungkin tampak seperti lelucon, atau aksi promosi wisata di wilayah itu. Namun, penduduk Sommarøy serius untuk meresmikan zona bebas waktu. Hal itu dilakukan dengan bertemu anggota parlemen Norwegia untuk menyerahkan petisi mereka dan diskusi implikasi praktis serta hukum dari upaya tersebut.

Baca juga: Kisah Perjuangan Muslim Skandinavia Jalani Puasa Berdurasi Panjang

Jika upaya itu berhasil, Sommarøy berencana untuk membuat sekolah dan jam kerja lebih fleksibel dengan mengabaikan jam buka wilayah itu sebelumnya. Karena kerap mengalami fenomena siang dan malam hari yang panjang, penduduk Sommarøy disebut sebagai wilayah dengan lupa waktu, dengan sejumlah jalanan ke pulau tersebut selalu dihiasi dengan keterangan waktu saat itu. 

Jika hal itu berhasil, Sommarøy akan menjadi wilayah pertama zona bebas waktu, dan tidak akan ragu untuk menerima wisatawan lebih banyak guna menikmati musim panas tanpa henti, di mana pencatatan waktu tidak relevan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: