Forgot Password Register

Amankan Demo Ojek Online di DPR, Polisi Kerahkan 7 Ribu Personel

Amankan Demo Ojek Online di DPR, Polisi Kerahkan 7 Ribu Personel Ilustrasi Demo Driver Ojek Online (Ojol)(Foto: Pantau.com / Ammad)

Pantau.com - 7.000 personel kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan driver ojek online di depan Gedung DPR/ MPR RI Jakarta, Senin (23/4/2018).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan ada sekitar 15.000 driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda).

Menurut Argo, mereka menuntut pemerintah menyusun regulasi yang mengatur angkutan daring roda dua dan aplikatornya.

Baca juga: Tolak Permenhub 108, Massa Aliando Unjuk Rasa di Depan Istana Negara

Sementara itu, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan pengalihan arus di depan Gedung DPR/MPR RI ketika massa memaksa memenuhi ruas jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf menyatakan petugas akan berupaya dan mengimbau massa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI agar tidak menutup jalan.

Yusuf menuturkan rencana pengalihan arus yang disiapkan kendaraan dari Cawang arah Slipi pada Skat 2 dibelokkan ke Jalan Graha Pemuda-Lapangan Tembak-Belakang Gedung DPR/MPR RI-Palmerah-Slipi-Jalan S Parman.

Kendaraan dari Lapangan Tembak arah Slipi lurus menuju Fly Over Farmasi-Jalan Gatot Subroto-Semanggi atau dari Lapangan Tembak putar balik ke kolong Fly Over Farmasi-Jalan Graha Pemuda-Jalan Asia Afrika.

Arus lalu lintas dari barat Tol Dalam Kota keluar Senayan diluruskan menuju pintu keluar Semanggi kemudian kendaraan mengarah Gedung DPR/MPR RI yang akan keluar dari pintu tol Polda Metro Jaya dan Pulau Dua ditutup kemudian keluar Slipi Jaya.

Kendaraan dari Bundaran Senayan mengarah Slipi di Semanggi lurus menuju Jalan Sudirman-Jalan Thamrin, sedangkan arus lalu lintas dari Bundaran HI mengarah Gedung DPR/MPR RI di Semanggi lurus menuju Bundaran Senayan-Jalan Asia Afrika.

"Pelaksanaan rekayasa arus situasional," ujar Yusuf.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More