Forgot Password Register

Anggap FBI Kacaukan Kampanye-nya, Trump: Jika Benar, Ini Skandal Politik Terbesar Sepanjang Masa

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst) Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Pantau.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan kepada Departemen Kehakiman jika FBI mungkin telah menanam atau merekrut seorang informan dalam kampanye presiden 2016-nya.

"Jika benar, ini skandal politik terbesar sepanjang masa!" Kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/5/2018).

Mantan Walikota New York, Rudolph Giuliani, yang kini menjadi salah satu pengacara pribadi Trump, mengaku tidak tahu terkait adanya mata-mata yang ditanam oleh FBI.

Baca juga: Untuk Ketiga Kalinya, Presiden Palestina Dirujuk ke Rumah Sakit

"Saya tidak tahu pasti, begitu pula presiden, jika memang ada. Sudah lama kami diberi tahu ada semacam infiltrasi," kata Giuliani.

"Pada suatu waktu, presiden mengira itu adalah penyadapan," kata Giuliani.

Giuliani tidak memberikan bukti adanya infiltrasi pemerintah ke dalam kampanye kepresidenan Donald Trump. Begitu pula Donald Trump sendiri yang merasa dirugikan.

Penasihat Khusus Robert Mueller yang menyelidiki kemungkinan adanya kolusi antara tim kampanye pemilihan Trump dan Rusia. Namun, Trump dan beberapa sekutunya telah menuduh bahwa unsur-unsur di dalam Departemen Kehakiman sedang berusaha untuk merusak pemerintahannya.

Baca juga: Palestina Kutuk Penolakan Israel Atas Investigasi Pembantaian di Perbatasan Gaza

Glenn Simpson, yang mengepalai sebuah perusahaan konsultan di Washington dan mempekerjakan mantan mata-mata Inggris Christopher Steele untuk menyelidiki transaksi Trump dengan Rusia sebelum kampanye dengan memberi kesaksian Agustus lalu kepada Komite Kehakiman Senat.

Namun hingga kini, FBI menolak berkomentar. Bahkan, tak ada tanggapan khusus dari bagian intelijen Amerika Serikat tersebut terkait tudingan Donald Trump.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More