Forgot Password Register

Antartika Terbuka Bagi Semua Negara untuk Studi Ilmiah

Antartika Terbuka Bagi Semua Negara untuk Studi Ilmiah Antartika. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Antartika merupakan tempat terdingin di bumi yang tidak dimiliki oleh negara manapun, Antartika juga tidak memiliki penduduk permanen.

Benua ini berfungsi sebagai zona penelitian ilmiah sejak Perjanjian Antartika yang ditandatangani oleh 12 negara pada tahun 1959. Banyak negara lain bergabung dengan perjanjian itu di tahun-tahun berikutnya.

Semua anggota Perjanjian Antartika memiliki hak untuk melakukan studi ilmiah di Antartika, kata seorang akademisi Belarusia pada Rabu (7 November 2018).

Penelitian di benua Antartika akan berkontribusi pada pengembangan bioteknologi, pencemaran lingkungan, dan pengembangan ekonomi.

Baca juga: Mengejutkan, Parasit Berbahaya Ditemukan di Antartika dalam Jumlah Tinggi

"Masalah Antartika, di mana tidak ada satu negara pun memiliki hak kepemilikan, bukanlah masalah politik melainkan ilmiah," ucap Wakil Kepala Pusat Nasional untuk Penelitian Kutib di National Academy of Sciences Belarus Alexei Gaidashov mengatakan pada Anadolu Agency.

Menyoroti pentingnya studi ilmiah di Antartika, Gaidashov mengatakan tidak ada uang, emas, politik, dan agama di sana. Tidak ada batasan, semua orang sama.

Belarus bergabung dalam perjanjian itu pada 2006 dan sejak saat itu, negara Eropa Timur telah melakukan 11 perjalanan ke Antartika.

Seperti dilansir Anadolu, Kamis (8/11/2018), Gaidashov mengatakan, kedua negara juga menandatangani perjanjian kerja sama di Antartika dan akan merencanakan perjalanan bersama ke benua itu segera.

Pusat penelitian kutub pertama Turki oleh Universitas Teknologi Istanbul didirikan di Antartika pada 2015.

Seorang mantan menteri ilmu pengetahuan Turki mengatakan negaranya akan mendirikan pangkalan ilmiah di Antartika pada 2019.

Baca juga: Duh! Penelitian: Hilangnya Es di Antartika Ancam Daratan

Share :
Komentar :

Terkait

Read More