Forgot Password Register

Headlines

Apa Iya, Terciduknya Petinggi Huawei Buat Rupiah Menguat?

Apa Iya, Terciduknya Petinggi Huawei Buat Rupiah Menguat? Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar agar rupiah tetap dapat menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Potensi penguatan tetap ada, yang penting kita pelihara 'confidence" dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi, kemudian untuk ekspor apa, kita pelan-pelan lah. Satu per satu dipelihara iklim dan confidence-nya, itu akan menguat," ujar Darmin kepada pers di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Sejak awal November 2018, rupiah mulai menguat dan menjauhi level Rp15.000 per dolar AS. Bahkan pada 3 Desember 2018 lalu, rupiah sempat menyentuh level Rp14.200-an, namun kembali melemah dalam empat hari terakhir.

Baca juga: Bisnis (Nyaris) Bangkrut, Marvel Diselamatkan 'Superheronya'

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada Jumat ini, mencapai Rp14.539 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.507 per dolar AS.

Rupiah melanjutkan pelemahannya setelah pada hari sebelumnya terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. Adanya kejadian tersebut, pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok sehingga mengantisipasinya dengan mengambil posisi pada dolar AS. Akibatnya pergerakan dolar AS kembali melanjutkan kenaikannya.

Baca juga: Bye... 60 Persen Jabatan Pekerjaan Bakal Digantikan Mesin

"Emang dunia ini aneh sekali. Ada CFO Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Aneh-aneh saja. Pasar itu memang ada penyakitnya, rada-rada suka lepas reaksinya," ujar Darmin.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak melemah sebesar 5 poin ke posisi Rp14.525 dibandingkan sebelumnya Rp14.520 per dolar AS.

Share :
Komentar :
James D

Berita bagus

Terkait

Read More