Forgot Password Register

APBN Sehat, Rupiah Menguat Tipis Menjadi Rp14,070

Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan) Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank Jakarta, menguat sebesar 16 poin menjadi Rp14.070 dibanding posisi sebelumnya Rp14.086 per dolar AS, Kamis (17/5/2018).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan bahwa pemerintah yang terus berupaya menjaga kesehatan APBN direspon positif sebagian pelaku pasar sehingga rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS.

"Karena APBN yang sehat merupakan salah satu alat untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan, dengan begitu ekonomi akan tumbuh berkelanjutan," kata Reza.

Baca juga: Terlalu Canggih, Pengemis di Negara Ini Gunakan e-Wallet

Ia menambahkan bahwa harapan pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia yang akan menaikan suku bunga acuan (BI 7-Day Repo Rate) turut mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah.

"Antisipasi terhadap kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia turut menjaga laju rupiah," kata Reza.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah relatif masih terbatas mengingat sentimen yang beredar, terutama prospek kenaikan suku bunga AS masih cukup kuat. Perbaikan yang terjadi pada ekonomi Amerika Serikat memberikan ruang yang cukup bagi dolar AS untuk kembali terapresiasi.

Baca juga: Kian Menjamur, UKM Indonesia Siap Perangi Produk China

Di sisi lain, lanjut dia, sentimen kenaikan yield obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun yang berada di atas level 3 persen masih menjadi salah satu faktor yang membatasi nilai tukar domestik terapresiasi lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan kenaikan imbal hasil memperlebar selisih suku bunga antara AS dan negara maju lainnya, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS.  "Meningkatnya imbal hasil AS dapat memicu perpindahan arus modal dari pasar berkembang," kata Ariston.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More