Pantau Flash
Gokil! Olimpiade Tokyo 2020 Perkenalkan Robot Canggih nan Futuristik
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games

AS Minta Rusia Berikan Akses Kunjungan Terhadap Marinir yang Ditahan

AS Minta Rusia Berikan Akses Kunjungan Terhadap Marinir yang Ditahan Ilustrasi tahanan. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Amerika Serikat meminta Rusia agar pejabatnya diizinkan melakukan kunjungan rutin ke mantan marinir AS yang ditahan atas tuduhan pengintaian.

Paul Whelan, yang juga memiliki tiga paspor yakni Inggris, Kanada dan Irlandia, ditahan Layanan Keamanan Federal Rusia pada 28 Desember dan dituduh melakukan spionase. Whelan membantah tuduhan tersebut. Keluarganya mengatakan Whelan berada di Moskow untuk menghadiri resepsi pernikahan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino mengatakan AS memiliki dua kunjungan konsuler dengan Whelan, yang terbaru pada 2 Februari. Duta Besar AS untuk Rusia, Jon Huntsman melihat Whelan sebulan sebelumnya.

Baca juga: Hillary Clinton: Trump Telah Beri Kado Manis pada Putin

Palladino menuturkan para pejabat konsuler AS dijadwalkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mengunjungi Whelan pada 17 Januari. "Pagi harinya, pada 17 Januari, kami mengetahui bahwa kunjungan tersebut akan dijadwalkan ulang atas permintaan penyidik," kata Palladino kepada awak media.

"Kami menganggap serius hak kami untuk melakukan kunjungan rutin ke warga Amerika yang ditahan,"

"Kami telah menyatakan keprihatinan kami melalui jalur diplomatik. Kami juga meminta Rusia agar menjalankan kewajibannya berdasarkan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler dan kesepakatan konsular bilateral antar kedua negara untuk memberikan akses konsuler kepada Tuan Whelan."

Baca juga: Wow, Demokrat-Republik Kompakan Desak Trump Hukum Arab Saudi

Whelan hadir di pengadilan Moskow pada 22 Januari, tempat seorang hakim menolak jaminannya. Jika terbukti bersalah melakukan spionase, dia akan dipenjara selama 20 tahun.

Whelan ditahan usai menerima sebuah USB yang berisikan daftar semua karyawan badan rahasia negara Rusia, seperti yang dilaporkan portal berita daring Rusia, Rosbalt bulan lalu.

Pengacara Whelan, Vladimir Zherebenkov, mengatakan bahwa kliennya telah diperdaya sebelum ditangkap. Dia juga meyakini bahwa USB yang diserahkan kepadanya di sebuah kamar hotel berisi foto-foto liburan daripada informasi rahasia.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: