Pantau Flash
Tim Panahan Fokus Olimpiade 2020 Tokyo Seusai SEA Games 2019
Kemendikbud Sebut UN Akan Diganti Sistem Penalaran
88 Proyek Strategis Nasional Bernilai Rp421,1 Triliun Selesai Akhir 2019
Herry IP: Wahyu/Ade Tidak Jauh Berbeda dengan Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra
Dipermak Vietnam 0-3, Timnas U-22 Indonesia Gagal Raih Emas

Asia Selatan Dilanda Banjir Besar, Hampir 100 Orang Meninggal Dunia

Asia Selatan Dilanda Banjir Besar, Hampir 100 Orang Meninggal Dunia Anggota tentara Nepal membantu seorang pria dari banjir di Kathmandu, Nepal, Juli 2019. (Foto: Reuters/Navesh Chitrakar)

Pantau.com - Banjir yang melanda India, Nepal, dan Bangladesh memaksa lebih dari 4 juta jiwa untuk mengungsi, dengan hampir 100 orang tewas akibat cuaca buruk hujan lebat yang terus terjadi.

Negara bagian Assam dan Bihar di India, yang termasuk dalam wilayah miskin, menjadi wilayah terdampak paling parah akibat bencana itu. Sekitar 4,3 juta orang telah mengungsi dalam 10 hari terakhir karena meningkatnya air di sebagian wilayah timur laut pedesaan itu, demikian pernyataan pemerintah, Senin, 15 Juli 2019.

Selain rumah, sejumlah jalan dan jalur kereta api di Bihar juga ikut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Banjir yang melanda Asia Selatan itu menyebabkan perpindahan massa dan kematian di setiap tahunnya. Banjir di Nepal, India, dan Bangladesh pada tahun 2017 telah menewaskan sedikitnya 800 orang dan menghancurkan tanaman serta rumah warga.

Tentara Nepal menggendong seorang anak sambil berjalan di jalanan tergenang banjir di sebuah wilayah di Kathmandu, Nepal. (Foto: Reuters/Navesh Chitrakar)

Baca juga: Banjir Bandang di Nepal, 47 Tewas dan 29 Orang Hilang

Sebuah provinsi miskin dengan infrastruktur yang buruk, Bihar, memiliki sejarah banjir di bagian utara yang berbatasan dengan Nepal. Di sisi lain, air bah di Assam naik dalam waktu semalam usai Sungai Brahmaputra meluap, yang menyebabkan air turun dari Himalaya ke Bangladesh. Sebagian besar Taman Nasional Kazinga, rumah bagi badak langka bertanduk satu, juga terendam banjir.

"Situasi banjir telah berubah menjadi sangat kritis dengan 31 dari 32 kabupaten yang terdampak," ujar Menteri bagian Assam, Sarbananda Sonowal, dikutip Reuters, Selasa (16/7/2019).

"Kami tengah bekerja untuk menghadapi situasi banjir," tambahnya.

Angkatan Darat, Udara, dan personil paramiliter telah dikerahkan di seluruh negara untuk proses penyelamatan banjir dan membangun kamp penampungan.

Tanah longsor menyapu rumah warga

Sebuah rumah yang rusak akibat longsor terlihat di distrik Sindhupalchowk, Agustus 2014. (Foto: Reuters)

Di Nepal, sekitar 64 orang tewas dan 31 lainnya dilaporkan hilang. Sepertiga wilayah itu disebutkan terus diguyur hujan lebat, demikian pernyataan otoritas setempat. Sebagian kematian akibat tanah longsor yang menyapu rumah warga.

Sementara itu, di tenggara Nepal, tingkat air di Sungai Kosi --yang mengalir ke Bihar, dilaporkan telah mengalami penurunan. Pada 2008, Sungai Kosi meluap dan memakan korban jiwa mencapai 500 orang.

Baca juga: Puluhan Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Afghanistan Barat

"Analsisi kami adalah bahaya sudah berakhir sekarang dengan volume air yang menurun di sungai itu," kata Chiranjibi Giri, asisten administrator wilayah Sunsari kepada Reuters.

Sedangkan di Bangladesh, banjir memaksa sekitar 190.000 orang mengungsi dari rumah mereka, kata para pejabat pemerintah. Di distrik Cox's Bazar --tempat berlindung sekitar 700.000 pengungsi Rohingya, lebih dari 100.000 orang telah mengungsi.

Sejak awal Juli, banjir dan tanah longsor telah merusak ribuan tempat penampungan di kamp pengungsi, menewaskan dua orang, termasuk anak, menurut Human Rights Watch.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: