Pantau Flash
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan
Menteri Pendidikan Malaysia Apresiasi Langkah Nadiem yang Hapus UN
191.807 Personel TNI-Polri Dikerahkan dalam Operasi Lilin 2019
LIPI: Sampah Menumpuk Akibat Perilaku Masyarakat

Atalanta Menatap Sejarah Baru Berkat Tangan Dingin Gasperini

Headline
Atalanta Menatap Sejarah Baru Berkat Tangan Dingin Gasperini Skuat Atalanta berhasil menembus pentas Eropa (Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini)

Pantau.com - Sejarah baru bagi klub Italia, Atalanta, dalam beberapa jam lagi akan segera terukir. Untuk pertama kalinya dalam 111 tahun berdirinya klub, Atalanta berhasil menembus ke turnamen paling bergengsi antarklub di Eropa, Liga Champions. Klub itu akan memainkan laga perdana di Liga Champions dengan bertandang ke markas Dinamo Zagreb, Kamis dinihari WIB (19/9/2019).

Pencapaian ini tentu bukan didapatkan klub bercorak biru hitam itu dengan instan. Mereka berhak bermain di Liga Champions usai tampil gemilang musim lalu. Tim besutan Gian Piero Gasperini itu menyudahi liga di urutan ketiga, di bawah Juventus dan Napoli.

Raihan positif itu berkat penampilan impresif La Dea -julukan Atalanta- dalam 13 laga terakhir di Serie A musim 2018/2019. Sejak menelan kekalahan di markas Torino di akhir Februari, Atalanta tak pernah lagi menelan kekalahan. Mereka berhasil menorehkan 9 kemenangan dan 4 hasil imbang. Tren positif itu pun berhasil mendongkrak posisi klu di klasemen, dari urutan ke-8 hingga nangkring di posisi tiga besar di akhir musim.

Peringkat itu pun jadi yang terbaik sepanjang sejarah berdirinya klub, 111 tahun. 

Baca juga: 5 Stadion Sepak Bola Terunik di Dunia, Ada yang di Sebelah Landasan Pesawat

Padahal jika ditelisik lebih jauh, Atalanta bukanlah termasuk klub besar di Italia. Mereka kerap bolak balik dari Serie A ke Serie B. Bahkan, mereka baru kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia pada musim 2011/2012.

Sedangkan untuk catatan trofi, klub ini pun tak terlalu mentereng. Klub yang bermarkas di Stadio Atleti d'Italia itu pernah 6 kali juara Serie B, sekali memenangkan Serie C1, dan sekali meraih Piala Italia, itu pun pada tahun 1962/1963.

Tapi di bawah asuhan Gasperini, Atalanta menjadi tim yang disegani di Italia, setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Berkat tangan dingin Gasperini 


Gian Piero Gasperini (Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini)

Tangan dingin Gasperini berhasil menjadikan Atalanta momok menakutkan tim-tim kuat di Italia. Juventus yang jadi raja Italia dalam 8 musim terakhir pun tak pernah meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir melawan Atalanta. Duvan Zapata dan kolega sukses menahan imbang Juve dua kali serta membantai 3-0 saat kedua tim bertemu di ajang Coppa Italia.

Figur Gasperini jadi sosok penting mengantar klub yang berdiri tahun 1907 itu jadi klub disegani. Dia gemilang memoles Papu Gomez yang merupakan kapten sekaligus kreator tim, serta menjadikan Gianluca Mancini jadi sangat tangguh di lini belakang Atalanta. 

Duvan Zapata yang tadinya hanya pemain biasa di klub sebelumnya, berhasil jadi juru gedor andalan musim lalu. Tercatat pemain berpaspor Kolombia itu mencetak 23 gol dari 37 penampilan di liga.

Gasperini selalu setia menerapkan pakem dasar 3-4-3 yang di tengah laga bisa berubah 3-4-1-2 atau 3-4-2-1. Pola itu sudah sering dipakai kala dia masih membesut Genoa, dan pola yang sama terbukti ampuh di Atalanta.

Baca juga: Jadwal Liga Champions Nanti Malam, Ada 2 Partai Menarik

Hanya bermodal skuat murah

Padahal jika dilihat komposisi pemain yang dimiliki Gasperini, tak ada nama mentereng di sana. Hanya Zapata yang cukup punya nama, itu pun berstatus pinjaman dari Sampdoria. Ada juga Josip Ilicic yang sudah malang melintang di Serie A sejak 2010 lalu. Selebihnya, Gasperini hanya mengandalkan pemain muda.

Bahkan, gaji satu tim Atalanta masih kalah dari gaji striker Juventus, Cristiano Ronaldo yang dibayar 30 juta Euro atau setara Rp502 miliar per tahun.

Dengan skuat murah namun penuh talenta itu, Gasperini berhasil meramunya jadi kekuatan yang menakutkan. Menarik ditunggu kiprah Atalanta di kompetisi elit benua biru musim ini.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Olahraga

Berita Terkait: