Pantau Flash
LAN: 37 Persen ASN Punya Latar Belakang Pendidikan Tak Sesuai Kompetensi
Saddil Ramdani Pamit dari Pahang FA
Chandra Hamzah Akan Pimpin BUMN Sektor Perbankan
Defisit APBN Melebar Mencapai 1,80 Persen di Oktober 2019
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN

Australia Bakal Selidiki Pemotongan Hewan Qurban di Medan, Ada Apa?

Headline
Australia Bakal Selidiki Pemotongan Hewan Qurban di Medan, Ada Apa? Empat ekor sapi yang berasal dari Northern Territory dipotong dengan cara yang tidak sesuai dengan petunjuk dari Australia. (Foto: Animals Australia)

Pantau.com - Tindak kekejaman dalam proses pemotongan hewan di Indonesia terhadap ternak dari Australia kembali menjadi pemberitaan di Australia.

Hal ini sekarang sedang diselidiki oleh Departemen Pertanian, setelah munculnya rekaman bahwa empat ekor sapi yang diperkirakan berasal dari Northern Territory diseret dengan tali, dan dipotong tanpa dimatikejutkan dengan listrik terlebih dahulu

Dilansir dari ABC News, Kamis (12/9/2019), pemotongan tersebut terjadi di Hari Raya Kurban Idul Adha yang dilakukan di sebuah parkiran di dekat sebuah masjid di Medan Sumatera Utara.

Baca juga: Video Viral Panitia Jagal Meninggal saat Akan Menyembelih Sapi di Cimahi

Lembaga Animals Australia telah mengirim nota laporan kepada Departemen Pertanian Australia mengenai pelanggaran cara pemotongan hewan yang benar, tertanggal 13 Agustus 2019.

Sejak adanya pelarangan impor ternak hidup di tahun 2011, mereka yang terlibat dalam industri pengiriman ternak ke luar negeri harus mengikuti petunjuk yang disebut sebagai Sistem Jaminan Pasokan Eskpor (ESCAS) sehingga mulai dari peternak asal sampai ke tempat pemotongan semua pihak mematuhi petunjuk yang ada dalam tata cara pemotongan hewan.

Perusahaan yang berada di Perth (Australia Barat) yang melakukan ekspor ternak tersebut, International Livestock Exports (ILE) telah menghentikan sementara pengiriman ke fasilitas pemotongan hewan di Indonesia, sampai penyelidikan oleh Departemen Pertanian selesai.

ILE mengatakan dalam sebuah pernyataan 'orang yang bertangung jawab atas tindakan tidak benar terhadap hewan tersebut telah diberhentikan."

Baca juga: Cari Veronica Koman, Wakapolda Jatim Sambangi Konjen Australia di Surabaya

Lembaga itu mengatakan mengetahui insiden tersebut tanggal 14 Agustus, dan mengirim laporan sementara tanggal 28 Agustus dan akan mengeluarkan laporan akhir tanggal 13 September. "Kami sangat prihatin bahwa ternak asal Australia kembali menjadi sasaran pemotongan kejam yang tertangkap basah di Indonesia, dan satu-satunya alasan mengapa diketahui umum karena adanya tindakan yang dilakukan LSM." kata Animals Australia.

"ESCAS dibuat untuk mencegah tindakan seperti ini."

"Fakta bahwa ini masih tejradi menunjukkan masalah dengan ekspor ternak dan tidak mungkin melakukan pengawasan mengenai bagaimana ternak itu diperlakukan."

Ketika dihubungi oleh ABC, Departemen Pertanian Australia mengatakan mereka tidak memberikan komentar mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: