Forgot Password Register

Austria Tutup Masjid, Presiden Turki: Seperti Menuju Perang Salib dan Bulan Sabit

Austria Tutup Masjid, Presiden Turki: Seperti Menuju Perang Salib dan Bulan Sabit Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters/Umit Bektas)

Pantau.com - Langkah Austria untuk menutup masjid dan mengusir imam diduga dibiayai asing membuat Presiden Turki Turki Recep Tayyip Erdogan meradang. Ia pun menyebutkan akan terjadi perang salib dan bulan sabit.

"Langkah yang diambil oleh Perdana Menteri Austria, saya takut, pemimpin dunia menuju perang antara salib dan bulan sabit," kata Erdogan yang dikutip dari Russia Today, Senin (11/6/2018).

Erdogan berjanji akan mengambil tindakan tegas jika Austria kembali melakukan aksinya. 

"Mereka mengatakan mereka akan menendang ulama keluar dari Austria. Apakah Anda pikir kami tidak akan bereaksi jika Anda melakukan hal seperti itu?. Itu berarti kita harus melakukan sesuatu," ujarnya.

Baca juga: Austria Tutup Tujuh Masjid dan Usir Puluham Imam

Sementara itu, Juru Bicara Erdogam, Ibrahim Kalin menilai, langkah Austria untuk menutup masid sama saja seperti mempertontonkan Islamophobia.

"Keputusan Austria untuk menutup tujuh masjid dan mengusir imam adalah refleksi dari gelombang Islamofobia, rasis dan diskriminatif. Austria menargetkan komunitas Muslim demi mencetak poin politik murah," kata dia.

Menteri Dalam Negeri Austria Herbert Kickl dari partai sayap kanan FPO mengumumkan, pihaknya berjanji untuk menutup tujuh masjid dan akan mengusir puluhan imam. Pejabat Austria, termasuk Kanselir Sebastian Kurz mengklaim, langkah itu adalah untuk memerangi radikalisasi. 

Sebelumnya, pemerintah Austria pindah untuk melarang perempuan mengenakan jilbab di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Langkah itu adalah bagian dari apa yang disebut "Undang-Undang Perlindungan Anak".

Share :
Komentar :

Terkait

Read More