Forgot Password Register

Awal Tahun, Indonesia Dapat Tambahan Impor Jagung Sebesar 30 Ribu Ton

Awal Tahun, Indonesia Dapat Tambahan Impor Jagung Sebesar 30 Ribu Ton Panen jagung (Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kantongi izin impor jagung tambahan sebesar 30 ribu ton pada Februari 2019 untuk menjaga pasokan dan mencegah lonjakan harga komoditas tersebut.

Darmin mengatakan masa panen jagung baru berlangsung pada Maret dan April 2019. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan menerbitkan izin impor untuk menjaga ketersediaan jagung pada awal tahun ini.

"Masih ada kekosongan dan harga belum turun sehingga petelor masih kesulitan," kata Darmin, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Kata Sri Mulyani Robot yang Bekerja Juga Harus Bayar Pajak

Dalam kebijakan pengendalian harga pangan, jagung menjadi salah satu perhatian serius pemerintah. Sebab, kenaikan harga jagung bisa turut berdampak pada kenaikan harga pakan ternak dan berimbas pada kenaikan harga komoditas lainnya.

Menurut Kementerian Pertanian (Kementan), saat ini harga jagung di tingkat petani masih berkisar Rp5.800 per kilogram.

Pada Desember 2018 pemerintah sudah membuka impor jagung sebanyak 100 ribu ton dan menugaskannya kepada Perum Bulog. Hingga akhir Desember 2018, impor jagung yang dilakukan baru mencakup 70 ribu ton, sisanya sebanyak 30 ribu ton baru masuk pada minggu ketiga Januari 2019.

Baca juga: Anti Ribet, Isi Saldo e-Money Sekarang Bisa di Loket Kantor Pos

Melalui penambahan impor jagung pada pertengahan Februari 2019, maka jumlah impor jagung keseluruhan mencapai 130 ribu ton.

Izin impor jagung tambahan ini diputuskan pada 2 Januari 2019 dalam rapat koodinasi terbatas di Kemenko Perekonomian.

Impor jagung tambahan ini juga ditujukan untuk menambah stok pakan ternak untuk ayam ras yang sempat dikeluhkan para peternak kecil karena terlalu mahal dan distribusinya terbatas.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More