Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Bagaimana Nasib 21.000 Pekerja di Thomas Cook Pasca Pengumuman Kolaps?

 Bagaimana Nasib 21.000 Pekerja di Thomas Cook Pasca Pengumuman Kolaps? Thomas cook (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Senin (23 September 2019) menjadi hari yang buruk bagi karyawan Thomas Cook. Perushaan yang sudah berusia 178 tahun ini mengumumkan kebangkrutannya. Kabar ini jelas membuat para karyawan Thomas Cook yang diperkirakan sebanyak 21.000 pekerjaan kalang kabut.

Dewan direksi menyimpulkan bahwa mereka tidak punya pilihan selain mengambil langkah-langkah untuk masuk ke dalam likuidasi wajib dengan segera setelah pembicaraan tentang penyelamatan keuangan gagal.

Baca juga: Ini Alasan Agen Perjalanan Thomas Cook Kolaps Setelah Berdiri 178 Tahun

Semua pemesanan Thomas Cook telah dibatalkan, Otoritas Penerbangan Sipil UK mentweet. Peter Fankhauser, kepala eksekutif Thomas Cook, meminta maaf kepada pelanggan, karyawan, pemasok, dan mitra.

"Ini menandai hari yang sangat menyedihkan bagi perusahaan yang memelopori liburan paket dan memungkinkan perjalanan bagi jutaan orang di seluruh dunia," kata Fankhauser.

"Meskipun upaya besar selama beberapa bulan, dan negosiasi intens lebih lanjut dalam beberapa hari terakhir, kami belum dapat mengamankan kesepakatan untuk menyelamatkan bisnis kami. Saya tahu bahwa hasil ini akan menghancurkan banyak orang dan menyebabkan banyak stres kecemasan dan gangguan, " tambahnya.

Baca juga: Tak Seperti Thomas Cook, 5 Perusahaan Tertua Indonesia Ini Masih Tangguh

Runtuhnya perusahaan Inggris yang ikonik memiliki efek riak di Asia. Saham di Pariwisata Fosun China turun hampir 5 persen di Hong Kong. Pendiri miliarder perusahaan induk Fosun International, yang memiliki perusahaan liburan all-inclusive Club Med, adalah pemegang saham terbesar Thomas Cook, menurut data Refinitiv.

"Fosun kecewa karena Thomas Cook Group belum dapat menemukan solusi yang layak," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami menyampaikan simpati terdalam kami kepada semua orang yang terpengaruh oleh hasil ini," tambahnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: