Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Bangun Infrarstruktur Baru, Sektor ESDM akan Hemat Devisa US$600 Juta per Tahun

Headline
Bangun Infrarstruktur Baru, Sektor ESDM akan Hemat Devisa US$600 Juta per Tahun Menteri BUMN Rini M Soemarno (Foto: Pantau.com/Nani Suherni)

Pantau.com - Penandatanganan kerjasama antara sejumlah badan usaha milik negara dengan investor telah disepakati, setidaknya ada 14 BUMN dengan 19 transaksi dengan nilai 13,5 miliar dolar Amerika.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan berdasarkan jenis investasi, strategic partnership kegiatan ini memberikan kontribusi hampir 80% dari total nilai penandatanganan. 

"Sementara selebihnya adalah project financing dan pembiayaan alternatif pasar modal yang mencangkup sektor migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, dan manufacture," ungkap Rini sebelum prosesi penandatanganan di Hotel Inaya Puri Bali, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Ada Proyek Baru, Penandatanganan Kontrak Investasi untuk 21 Proyek Tunggu Jokowi

Rini menambahkan, kegiatan ini tentunya sangat menguntungkan Indonesia, khususnya di sektor migas dan pertambangan yang selalu ketergantungan impor. Pertamina dan KPC Taiwan menyumbang porsi investasi terbesar senilai 6,5 juta USD. Kerja sama ini akan membangun pabrik nafta cracker yang diproyeksikan menjadi subtitusi impor sehingga menghemat pengeluaran devisa hingga 2,4 juta USD per tahun. Sementara di sektor tambang bisa menghemat devisa 600 juta USD per tahun.

"Investasi di sektor hilir pertambangan akan diwujudkan denga strategic parnership antara Inalum dan Antam denga Calko untuk pembangunan smelter great refinary di mempawah, kalbar yang memproses pengelolaan bauksit menjadi alumina dengan kapasitas 1 juta ton per tahun," ungkapnya. 

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Temui Pendiri Bill & Melinda Gates Foundation, Bahas Apa?

Perlu diketahui bahwa sejumlah proyek ini tak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Tetapi menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

Rencananya, penandatanganan kontrak investasi senilai 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp200 triliun dilakukan disela-sela agenda IMF-WB di Bali oleh Presiden Joko Widodo. Namun Jokowi diwakili oleh Menteri Koordintor Bidang Perekonomian. 


Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: