Pantau Flash
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta
Sebelum Ada BBM 1 Harga, Premium di Nusa Ceningan Bali Rp10.000 per Liter
Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan
Jembatan George Washington Ditutup Setelah Ada Ancaman Bom
BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

Bawaslu Rekomendasikan KPU Tak Hitung 62 Ribu Surat Suara PSU Malaysia

Bawaslu Rekomendasikan KPU Tak Hitung 62 Ribu Surat Suara PSU Malaysia ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar mengungkapkan, bahwa pihaknya telah memberikan surat rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk tidak menghitung 62 ribu surat suara hasil pemungutan suara ulang (PSU)  Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia.

Fritz menyebut bahwa pihaknya hanya merekomendasikan KPU untuk menghitung 22.807 suara saja. Bawaslu menurut Fritz hanya merekomendasikan KPU untuk menghitung surat suara hasil PSU yang telah diterima PPLN Kuala Lumpur terakhir pada 15 Mei 2019.

"Bawaslu sudah beri rekomendasi tadi malam bahwa Bawaslu berpendapat bahwa surat suara yang dapat dihitung adalah surat suara yang diterima PPLN paling lambat 15 Mei. Dan 15 Mei itu jumlah suara yang diterima sebanyak 22.807 suara," kata Fritz ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Bawaslu Tolak Laporan BPN Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu TSM 

Fritz mengatakan, rekomendasi itu diberikan berdasar pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara.

"Rekomendasi Bawaslu itu diterima KPU akhirnya tadi malam kita lakukan rapat dan pleno. Dan hari ini kita akan lihat kembali rekapitulasi itu presiden dan DPR berdasar surat suara yang diterima yaitu 22.807," tuturnya.

Baca juga: Bukti Hanya Link Berita, Laporan Politisi PAN Soal TSM Ditolak Bawaslu

Sekadar informasi, rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur akan dilakukan hari ini.

Sebelumnya, rekapitulasi hasil penghitungan suara PPLN itu sendiri dijadwalkan digelar pada Minggu, 19 Mei 2019 namun diundur lantaran ada keberatan dari Bawaslu dan saksi BPN Prabowo-Sandiaga serta sejumlah partai politik peserta Pemilu 2019 terkait adanya 62 ribu surat suara yang baru tiba di hari penghitungan suara PSU di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur pada 16 Mei 2019.

"Kami sudah membahas dan mendiskusikan beberapa hal. Prinsipnya rekomendasi Bawaslu bisa dijalankan. Saat ini kami menunggu rekomendasi tertulis dari Bawaslu. Baru atas dasar rekomendasi itu, KPU bisa menindaklanjuti," kata Ketua KPU RI Arief Budiman, Minggu 19 Mei 2019.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: