Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Begini Gembong Mafia Paling Kejam Rusia di Penjara, Seperti di Indonesia Ya

Begini Gembong Mafia Paling Kejam Rusia di Penjara, Seperti di Indonesia Ya Vyacheslav Tsepovyaz yang diduga saat berada di ruang tahanannya. (Foto: Twitter/@kp_kuban)

Pantau.com - Seorang gembong mafia Rusia Vyacheslav Tsepovyaz menjalani sisa hidup di balik terali besi dengan kemewahan bak seorang raja.

Pemimpin geng dijatuhi hukuman penjara seumur hidup (hukuman mati secara de facto dilarang di Rusia).  Ia diduga terlibat dalam pembantaian 12.

Tsepovyaz dijuluki 'Zlodey' (Sang Penjahat), dan memang benar dia adalah salah satu preman paling kejam di Rusia.

Baca juga: Gedung Putih Keluarkan Koin Peringatan KTT Trump-Putin, tapi Malah Diledek

Melansir RT, Jumat (9/11/2018), kejadian mengerikan tersebut terjadi pada tahun 2010 silam. Anak buah Tsepovyaz membunuh keluarga seorang petani. Tak hanya itu, tetangga yang berkunjung ke rumah tersebut juga dihabisi, dan rumah itu dibakar.

Usai ditangkap, publik dibuat terkejut jika sistem kejahatan Tspovyaz telah dijalankan selama beberapa dekade. Bahkan, selama di dalam penjara ia masih mendapatkan fasilitas super mewah.

Pasalnya, beredar foto ketika ia tengah menyantap daging kepiting, lengkap dengan senyuman di wajahnya. Di foto lain, dia juga terlihat bahagia di depan kebab yang tengah dipanggang. Beberapa gambar lain menunjukkan dia memiliki fasilitas sekelas hotel bintang lima.

Bagaimana seorang mafia terkenal seperti Tsepovyaz lolos dengan semua kemewahan ini? 

Baca juga: Waduh, 4 Terpidana Mati Ini Minta Nego Cara Hukumannya

Usut punya usut ternyata, kemewahan itu adalah hasil kiriman dari mantan istrinya, Natalya. Setidaknya, ia mengirimkan uang USD45.400 atau setara dengan Rp659,675,620 setiap tahunnya. 

“Ya, kami berbicara. Dia memanggil saya, mengirim nomor kartu kredit,” kata Natalya kepada Komsomolskaya Pravda.

Uang yang dikrimkan oleh Natalya selain untuk mekan mewah juga digunakan guna biaya perawatan gigi serta membeli lebah dan sarang lebah.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: