Forgot Password Register

Headlines

Begini Penilaian Bawaslu Soal Fenomena Kampanye Melibatkan Anak-anak

Begini Penilaian Bawaslu Soal Fenomena Kampanye Melibatkan Anak-anak Sejumlah badut melakukan sosialisasi Kampanye Aman untuk Anak di kantor Bawaslu, Jakarta. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan angkat bicara soal maraknya keterlibatan anak-anak pada setiap kampanye, baik di pemilihan Legislatif, maupun pemilihan presiden dan wakil presiden.

Menurutnya, hal yang sering terjadi itu tidak bisa langsung dikatakan sebagai pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu). Sebab pada fenomena itu, keterlibatan anak dalam kampanye juga harus dibedakan. Dari semua kasus yang diselidiki oleh Bawaslu, belum adanya keterlibatan anak secara aktif dalam kampanye.

"Saya kira harus bisa dibedakan, antara arti melibatkan itu kan aktif ya. Artinya ketika anak itu diajak ke panggung, kemudian menjadi peserta aktif dalam kampanye," kata Abhan di kantor Bawaslu, Sabtu (23/3/2019).

Baca juga: Viral Mobil TNI di Acara Prabowo-Sandi, Bawaslu Angkat Bicara

Menurutnya, salah satu contoh keterlibatan anak secara aktif dalam kampanye, yakni mulai dari ikut menyanyikan yel-yel di atas panggung hingga dieksploitasi untuk mendukung salah satu calon dalam kampanye. 

Bahkan, Abhan menjelaskan secara merinci mengenai keterlibatan anak yang kerap terjadi di masyarakat. Biasanya, para orangtua yang kedapatan membawa anaknya dalam kampanye selalu beralasan tak ada sosok yang menjaga anaknya jika buah hatinya itu ditinggal di rumah.

Baca juga: Bawaslu Lakukan MoU Komitmen Kampanye Pemilu, Ini Tanggapan KPU

Sehingga, dengan alasan itu dari sudut pandang Bawaslu dan undang-undang yang berlaku hal tersebut belum masuk dalam kategori melibatkan anak-anak dalam kampanye atau Pemilu.

"Kita nanti harus lihat dulu apakah keterlibatan anak itu secara aktif atau tidak," papar Abhan.

"Kalau seandainya ada, orang ikut kampanye tapi punya anak kecil dan di rumah tidak ada orang, seperti itu alasan yang kerap digunakan. Saya rasa itu bukan bagian kualifikasi melibatkan anak-anak," tambahnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More