Forgot Password Register

Belanda Beri Bantuan Petani Sawit, Adakah Niat Terselubung?

Belanda Beri Bantuan Petani Sawit, Adakah Niat Terselubung? Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk membantu petani sawit dan sejumlah masalah lingkungan lainnya.

Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/4/2018) mengatakan tawaran itu disampaikan oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda Sigrid Kaag di Den Haag, Kamis 26 April 2018.

"Menteri Kaag menanyakan apa yang bisa dibantu negaranya untuk membantu petani, khususnya petani sawit agar bisa melakukan praktik bertani yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Karena yang diminta oleh banyak orang adalah kelapa sawit berkelanjutan," ujarnya.

Baca juga: Akankah Pergantian Pemimpin BI Pengaruhi Stabilitas Kerja?

Luhut mengaku kedua pihak telah sepakat untuk melanjutkan pertemuan membahas hal tersebut. Dalam pertemuan itu, Luhut juga menyampaikan seminar yang difasilitasi oleh Vatikan pada bulan Mei mendatang di Roma yang akan membahas kelapa sawit dan dampaknya terhadap perdamaian dan kemanusiaan.

Menurutnya, Kaag menyatakan niatnya untuk hadir dalam seminar yang akan menghadirkan, bukan saja petani rakyat, tetapi juga unsur-unsur dari Parlemen Eropa, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan multi-nasional pengguna produk kelapa sawit, dan negara-negara produsen sawit.

Luhut mengatakan Kaag juga mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan Indonesia dalam melakukan pertemuan-pertemuan dan menjelaskan situasi Indonesia secara umum dan kelapa sawit Indonesia.

Baca juga: Duh! Penyedia Jasa Titip Barang Kena Imbas Nilai Tukar Rupiah

Selain sawit, hal lain yang dibicarakan adalah upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi beberapa masalah lingkungan, salah satunya Sungai Citarum yang diklaim sebagai sungai terkotor dunia.

"Menteri Kaag juga menawarkan untuk mambantu kita dalam melakukan manajemen pengolahan dan daur ulang limbah plastik. Saya sampaikan bahwa sudah ada perusahaan Belanda yang ikut melakukan hal ini di Sungai Citarum dan ia bersedia memberikan bantuan jika ada yang masih dibutuhkan dalam hal ini," tutur Luhut.

Seusai bertemu dengan Kaag, Luhut melanjutkan kunjungan kerjanya ke Berlin, Jerman, untuk misi membahas mengenai diskriminasi produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More