Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

Benarkah Obesitas Adalah Penyakit Keturunan?

Benarkah Obesitas Adalah Penyakit Keturunan? Ilustrasi obesitas. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kebanyakan orang menyangka jika obesitas atau kegemukan bisa disebabkan oleh faktor genetika ataupun keturunan, tapi nyatanya tidak selamanya demikian.

Seperti yang dialami Mohammad Naufal Abdullah, pria 23 tahun yang pernah mendapat bobot hingga 238 kilogram ini jadi satu-satunya orang dalam keluarganya yang mengalami obesitas. Seperti diketahui, kedua orangtua berserta adik dan kakaknya cenderung memiliki berat badan yang normal.

"Adik dan kakak (berat badan) normal semua," tutur Naufal saat bercerita dalam dikusi media terkait metode bariatrik oleh Rumah Sakit Pondok Indah Group di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Maret 2019.

Baca juga: Cerita Naufal Pasien Obesitas yang Sanggup Makan 1/4 Kambing Sendiri

Mendengar pengakuan, Dr.dr.Peter Ian Limas, So. B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedak Digestif, RS Pondok Indah memprediksi adanya kelainan pada rasa laparnya yang tidak dapat mendeteksi rasa kenyang meski terus mendapat asupan makanan, atau dalam istilah medis disebut hormon leptin yang resisten.

"Pada kenyataannya ada sesuatu yang menyebabkan dia terus menerus makan, karena enggak mungkin pola makan keluarganya berbeda. Naufal ini cepat sekali naik berat badannya, kemungkinan leptin resisten, hormon yang menyebabkan kenyang enggak berpengaruh," tuturnya.

Tapi di satu sisi ada kasus yakni saat diberikan obat yang dapat menangkal masalah itu atau diberikan anti leptin yang dapat mendeteksi rasa kenyang ternyata tidak berpengaruh, saat itulah ada kemungkinan faktor genetik.

"Di lain pihak dikasih anti laptin, enggak kurus juga. Belum ada satu tip atau hormon ini yang dapat melawannya, faktor genetik mungkin ada," lanjutnya.

Baca juga: Mengenal Metode Bedah Bariatrik, Cara Efektif Atasi Obesitas

Pada kasus-kasus demikian, jalan terbaiknya adalah melakukan bedah bariatrik atau operasi yang memodifikasi lambung, seperti sleeve gastrectomy (pemotongan lambung), bypass lambung (penggabungan atas lambung dan usus kecil), dan ikat lambung yang khasiatnya sangat manjur untuk mengubah pola makan.

Tim Pantau
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: