Forgot Password Register

Berani Bawa Uang Kertas Asing ke Indonesia? Siap-siap Diganjar Denda Selangit

Uang Dolar. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari) Uang Dolar. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Pantau.com - Bank Indonesia menerbitkan penyempurnaan ketentuan mengenai pembawaan Uang Kertas Asing (UKA) ke dalam dan ke luar Daerah Pabean Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/2/PBI/2018.

Perubahan utama dalam PBI adalah mengenai sanksi atas pelanggaran PBI pembawaan UKA. Di mana sebelumnya hanya berupa pencegahan, kini diberikan sanksi harus membayar denda.

"Sekarang dengan adanya aturan BI itu kalau membawa uang kertas asing ke Indonesia itu harus dilakukan oleh bank atau lembaga jasa keuangan yang berizin, dan juga ditegaskan tentang bagaimana prosedurnya," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Dengan peraturan yang baru, lanjut Agus, pihaknga akan menerapkan denda kepada setiap orang atau korporasi yang melakukan Pembawaan UKA lintas Pabean dengan nilai paling sedikit setara dengan Rp1 miliar.

Berdasarkan hal tersebut, besarnya sanksi denda yang dikenakan kepada orang (orang perorangan atau korporasi) yang tidak memiliki izin dan persetujuan adalah sebesar 10% (sepuluh persen) dari seluruh jumlah UKA yang dibawa dengan jumlah denda paling banyak setara dengan Rp300 juta.

"Itu kan ada denda 10 persen dengan maksimum Rp300 juta dan itu tentu bagian yang nanti akan dilaksanakan operasionalnya oleh bea dan cukai dan bekerjasama dengan BI," jelasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan pengajuan permohonan izin sebagai Badan Berizin dan permohonan persetujuan kuota pembawaan UKA kepada Bank Indonesia akan berlaku sejak tanggal 4 Juni 2018. Sementara pengenaan sanksi terhadap pelanggaran PBI akan efektif berlaku pada tanggal 3 September 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More