Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Berkaca Teror Christchurch, Ini Ultimatum Sekjen PBB pada Dunia

Berkaca Teror Christchurch, Ini Ultimatum Sekjen PBB pada Dunia Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman dan Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: Reuters/Amir Levy)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, ia bermaksud menyusun rencana global guna memerangi peningkatan gelombang ucapan kebencian.

Tekad itu ia nyatakan ketika melakukan kunjungan ke Masjid An-Nur di Selandia Baru, tempat puluhan nyawa melayang saat salat akibat serangan brutal pada Maret lalu.

Masjid itu, di bagian selatan Kota Christchurch, diserang seorang lelaki bersenjata, bernama Branton Tarrant. Dengan serangan ke masjid kedua yang ia lancarkan, jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai 51 orang.  

Baca juga: PBB Nilai Dunia Tidak Siap Hadapi Penurunan Temperatur Suhu Udara

Seorang pria Australia, tersangka penganut supremasi kulit-putih, telah menghadapi dakwaan berlapis pembunuhan dan upaya pembunuhan dalam serangan tersebut.

“Ucapan kebencian menyebar luas dan penyimpangan di masyarakat kian kasar,” kata Guterres di dalam pidato di luar masjid.

“Media sosial dieksploitasi sebagai landasan bagi kefanatikan. Kita semua harus memperlihatkan solidaritas sebagai reaksi atas lonjakan kebencian yang berbahaya ini,” katanya.

Guterres telah meminta penasihat khusus PBB urusan pencegahan pemusnahan suku bangsa untuk membentuk satu tim  yang akan mengembangkan rencana aksi global guna menghadapi ucapan kebencian, ia menambahkan.

Baca juga: Di DK-PBB, Indonesia Desak Gencatan Senjata di Libya

Kunjungan sang pemimpin PBB ke negara pulau itu dilakukan saat Perdana Menteri Jacinda Ardern bersiap untuk secara bersama memimpin suatu pertemuan di Perancis bagi dukungan global untuk memerangi ungkapan kekerasan di Internet.

Guterres biasanya melakukan “kunjungan solidaritas” ke negara Muslim selama Bulan Suci Ramadhan, yang dimulai pada 6 Mei, tapi memutuskan untuk mengunjungi Selandia Baru sehubungan dengan penembakan masjid itu, ia menambahkan.

Setelah kunjungan tiga-harinya ke Selandia Baru, Guterres dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Pasifik di Fiji guna membahas perubahan iklim pada Rabu dan mengunjungi negara pulau dataran rendah Vanuatu dan Tuvalu, yang termasuk di antara yang pertama yang merasakan dampak pemanasan global.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: