Forgot Password Register

Berkas Penyidikan Diserahkan ke JPU, Mantan Dirut Jasindo Segera Hadapi Persidangan

Berkas Penyidikan Diserahkan ke JPU, Mantan Dirut Jasindo Segera Hadapi Persidangan Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - KPK limpahkan berkas penyidikan mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero, Budi Tjahjono ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Budi menjadi tersangka KPK karena tersangkut kasus pembayaran komisi kegiatan fiktif agen Jasindo.

"Hari ini dilakukan penyidikan untuk tersangka BTJ telah selesai dan dilakukan pelimpahan berkas barang bukti dan tersangka BTJ TPK pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo dalam pengadaan Asuransi Oil and Gas pada BP Migas-KKKS Tahun 2010 – 2012 dan Tahun 2012 – 2014 ke penuntutan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).

Baca juga: KPK Akhirnya Tahan Mantan Dirut Jasindo Budi Tjahjono

Setelah dilimpahkan, selanjutnya JPU memiliki batas waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan dan menyerahnya ke pengadilan. Rencana sidang akan dilakukan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Diketahui, Budi menjadi tersangka KPK sejak 3 Mei 2017. Kejahatan Budi bermula saat BP Migas mengadakan lelang terbuka pengadaan jasa asuransi untuk menutup aset dan proyek di KKKS pada 2009. Kemudian PT Jasindo menunjuk satu orang agen yang sebetulnya tidak diperlukan untuk bisa memenangkan lelang.

Pada 2012 dilakukan kembali proses lelang jasa asuransi aset dan proyek BP Migas, PT Jasindo kembali menunjuk agen. PT Jasindo diduga telah memberikan uang bayaran kepada agen tersebut dengan alasan berjasa karena telah berhasil mampu memenangkan lelang. KPK menduga agen tersebut merupakan pihak swasta yang masih memiliki hubungan dengan PT Jasindo.

Dalam dua kali lelang tersebut, panitia menentapkan PT Jasindo sebagai ketua konsorsium. Adapun anggota konsorsium di antaranya, Tugu Pratama Indonesia, Astra Buana, Wahana Tata, Central Asia, dan Adira Dinamika.

Akibat perbuatan tersebut, dari perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp 7 miliar dan USD 600ribu.

Baca juga: Tindak Lanjut Ganti Rugi Korupsi E-KTP, KPK Serahkan Sertifikat Tanah Setnov ke BPN Bekasi

Febri menyebut, dalam penyidikan KPK sekurangnya 65 saksi telah diperiksa dalam perkara ini.

"BTJ juga telah diperiksa tujub kali pada kurun April hingga Oktober 2018," ucapnya.

Ada pun unsur saksi yang telah diperiksa antara lain:

Ketua Tim Pemeriksaan Khusus atas PT JASINDO (Persero) Tahun 2014

Kepala Divisi Pendanaan dan Investasi

Mantan Direktur Utama PT Jasindo

Karyawan PT. Asuransi Jasa Indonesia

Direktur PT Jasa Cipta Rembaka,

Swasta lainnya

Share :
Komentar :

Terkait

Read More