Forgot Password Register

Berkekuatan Hukum tetap, KPK Eksekusi 4 Koruptor ke Lapas Bandung

Berkekuatan Hukum tetap, KPK Eksekusi 4 Koruptor ke Lapas Bandung Proses eksekusi terpidana korupsi (Foto: Kabiro Humas KPK)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) eksekusi mantan anggota DPR Amin Santono dan tiga terpidana korupsi lainnya ke lembaga pemasyarakatan. Tiga di antara terpidana itu, termasuk Amin dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Sementara satu terpidana lainnya eksekusi di Rutan Klas I Bandung.

"KPK telah melakukan eksekusi terhadap 4 orang setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Tim Satgas Politik KPK Datangi Kantor DPP Partai Politik, Ada Apa?

Empat terpidana itu di antaranya:

1. Mantan Anggota DPR Amin Santono terkait kasus suap alokasi tambahan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang APBN 2018
- Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis pidana penjara 8 tahun
-eksekusi dilakukan ke Lapas Sukamiskin Bandung.

2. Konsultan Eka Kamaludin terkait kasus suap alokasi tambahan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang APBN 2018
- Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis pidana penjara 4 tahun
-eksekusi dilakukan ke Lapas Sukamiskin Bandung.

3. Pegawai Kementerian Keuangan Yaya Purnomo kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan anggaran untuk daerah
- berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis pidana penjara 6 tahun
- ybs akan menjalani pidana penjara di Lapas Klas I Sukamiskin.

4. Sekretaris Dinas Kementerian PUPR Cirebon Gatot Rachmanto terkait kasus suap promosi jabatan di Pemkab Cirebon
- Berdasarkan putusan pengadilan tipikor pada PN Bandung menjatuhkan vonis 1 tahun 2 bulan
- eksekusi dilakukan ke Rutan Klas I Bandung.

Baca juga: Peringati 700 Hari Teror Novel Baswedan, Ada Aksi 'Diam' di Gedung KPK

Febri menambahkan, terpidana Eka Kamaluddin juga telah membayar denda Rp158 juta. Uang ini kemudian akan disetor ke kas negara sebagai bagian dari upaya asset recovery.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More