Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

Berkunjung ke Rembang, Sandiaga Janji Gerakkan Ekonomi

Berkunjung ke Rembang, Sandiaga Janji Gerakkan Ekonomi Sandiaga Uno di Rembang (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, dan mencetak santripreneur adalah program yang akan direalisasikan jika ia dan Prabowo Subianto menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.

Hal ini disampaikan saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah di Jalan Sumber Girang No.12,  Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019). 

“Ini menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat. Untuk itu dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program ini,” ujar Sandi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Pantau.com

Baca juga: SBY Tak akan Hadiri Debat Pilpres Pertama, Kenapa?

Menurut Sandi, pesantren adalah sektor penting dalam ekosistem perjalanan  ekonomi bangsa ini. Serta peran yang begitu penting dalam menggerakkan ekonomi umat. Hingga kini, kata Sandi, peran itu masih terasa denyutnya. 

“Dalam perjalanan menyerap aspirasi, saya melihat beberapa pesantren mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur mayur, ikan, tebu hingga air. Bahkan ada yang menggunakan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Debat Pilpres Sangat Penting Bagi Pemilih Millennials

Menurut Sandi, satu persen dari populasi Indonesia saat ini menguasai lebih 50 persen ekonomi. Sehingga, ia pun berjanji akan mengurangi ketimpangan yang ada. Sandi menambahkan, saat ini kebijakan yang sangat liberal, membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

“Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan  Rp4000 triliun. Indonesia  masih nomor lima. Ini adalah potensi besar bagi kita dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Republik ini punya utang besar pada pesantren. Pesantren Insya Allah akan kami jadikan kawah candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja,” jelas Sandi. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: