Forgot Password Register

Bertransformasi, PT Pos Indonesia Berubah Lebih Digital

Direktur Komersial PT Pos Indonesia (Persero), Charles Sitorus (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika) Direktur Komersial PT Pos Indonesia (Persero), Charles Sitorus (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Revolusi industri 4.0 menjadi tantangan era ini. Perkembangan teknologi digital mendorong industri berinovasi dalam sistemnya. Salah satu PT Pos Indonesia (Persero) yang melakukan inovasi beberapa layanan yang dapat mempermudah masyarakat dalam menggunakan jasa Pos Indonesia.

"Jadi, ini semua bermula dari selama ini PT Pos dikenal dengan layanan surat. Dan surat ini kita tahu lah, begitu ada WA (WhatsApp) surat itu bergeser dan menurun. Dengan adanya e-commerce dan pengiriman barang, makanya bergerak ke parcel dan paket," ujar Direktur Komersial PT Pos Indonesia (Persero), Charles Sitorus saat ditemui di Gedung Pos Besar, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Penelitian Bank Dunia: 56 Persen Anak di Dunia Diprediksi akan Kehilangan Pendapatan Mereka di Masa Depan

Ia menilai upaya ini sebagai langkah untuk bertransformasi. Dengan cara pengembangan aplikasi yang kini lebih banyak digunakan oleh masyarakat.

"Saatnya lah PT Pos bertransformasi dari antar surat pindah ke paket. Pelanggan harus dibantu dong, karena kalau surat dulu bawa 100 surat ke kantor pos enggak masalah. Tapi kalau bawa 10 paket ke kantor pos itu nggak mungkin. Makanya kita coba, apa sih yang dibutuhkan pelanggan sekarang, yang milenial banget," ungkapnya.

Adapun inovasi layanan tersebut adalah Contact Center Oranger atau layanan pick up barang yang akan diantar, M-agenpos atau aplikasi mobile berbasis android.

Selain itu juga, Agenpos B2B Kurir atau agenpos yang dikembangkan dengan pola kena sama antara POS dengan mitra berbadan usaha, Agenpos B2B Jaskug atau Layanan B2B (Bussines to Bussiness) adalah merupakan Layanan Kemitraan Channel Pospay, Layanan Kargo Ritel Udara di Agenpos, dan Top Up e-Money di Kantorpos.

"Kita coba lat dan kita luncurkan produk ini. Orang sekarang kan nggak dibatasin waktu dan tempat. Dia inginnya malam dijemput, subuh dijemput, dan mau dilayani juga. Enggak mau repot," ungkapnya.

Baca juga: Buat Anda Debitur Korban Bencana, Baca Dulu Perlakuan Khusus dari OJK

Lebih lanjut kata dia, untuk memperluas jaringan pihaknya kerjasama dengan Kios On untuk menjangkau pelosok.

"Kita nggak manual lagi, semua sudah digitalisasi. Dan ini juga supaya lebih luas dan waktu lebih banyak," katanya.

"Kedua, kantor pos genggaman. Makanya kita luncurkan, dimana agen kita dari tadinya pakai manual sekarang sudah mobile. Jadi enggak perlu lagi nunggu. Jadi tidak lagi kita duduk di satu tempat, kita harus dekat ke pelanggan," ungkapnya

Kemudian, sejak tahun lalu pihaknya sudah memiliki o-ranger yang kini sudah berjumlah 1.500 o-ranger di seluruh Indonesia. "Sambutannya pun bagus sekali. Waktu itu ada yang nanya, kalau butuh o-ranger kemana call nya. Jadi kita sediain kalau mau dijemput 1500261. Jadi kapanpun tinggal ditelepon," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More