Forgot Password Register

Berusia 5 Abad, Kerangka Manusia dengan Sepatu Bot Ditemukan di London

Berusia 5 Abad, Kerangka Manusia dengan Sepatu Bot Ditemukan di London Kerangka berusia 500 tahun ditemukan oleh arkeolog di Lumpur di bawah Sungai Thames, London, mengenakan sepatu kulit setinggi paha. (Foto: MOLA Headland Infrastructure)

Pantau.com - Kerangka yang berusia 500 tahun baru saja ditemukan oleh arkeolog di lumpur di bawah Sungai Thames, London. Kerangka tersebut ditemukan memakai sepatu kulit setinggi paha. Kerangka itu ditemukan oleh arkeolog di Bermondsey, London selatan, yang bekerja di terowongan Thames Tideway, yang menyimpan dan mengalirkan limbah ke Sungai Thames.

"Program Tideway telah memungkinkan kita untuk mengumpulkan bukti baru bagaimana London telah menggunakan sungai tersebut sepanjang sejarah. Penemuan itu benar-benar penting untuk mengakui dan mempelajari lebih dalam tentang penemuan yang signifikan seperti ini," ucap arkeologi pemimpin program Tideway Jack Russell kepada Sputnik, Selasa (4 Desember 2018).

Kerangka tersebut diyakini milik seorang pria yang berasal dari abad 15 atau 16. Kerangka tersebut ditemukan terbaring di dalam lumpur dengan sepatu bot kulitnya yang berada di kakinya. Arkeolog dari MOLA Headland Infrastructure menggambarkan kerangka tersebut dalam lamannya sebagai 'konsorsium yang menyatukan perusahaan arkeologi yang paling sukses di Inggris' dan berspekulasi bahwa kerangka tersebut berusia 35 tahun saat kematiannya.

Baca juga: Arkeolog Temukan Delapan Mumi dari Dinasti ke 12 Mesir Kuno


Kerangka berusia 500 tahun ditemukan oleh arkeolog di Lumpur di bawah Sungai Thames, London, mengenakan sepatu kulit setinggi paha. (Foto: MOLA Headland Infrastructure)

Pada akhir abad ke 15, sungai menjadi tempat yang berbahaya itu mungkin jadi penyebab kematian pria tersebut. Namun, belum diketahui apakah ia seorang nelayan atau pelaut. Penemuan tersebut memicu penyelidikan oleh tim ahli arkeologi dan osteological yang akan mengurai misteri manusia di lumpur tersbut.

Kulit juga merupakan barang yang mahal selama periode Tudoe antara 1485 dan 1603 di Inggris dan Wales. Tidak mungkin seseorang yang bisa mengenakan sepatu mahal itu dimakamkan di tempat seperti itu, menurut MOLA Headland.

Baca juga: Berusia 9 Abad, Harta Karun Kepingan Emas Ditemukan di Israel

"Dengan mempelajari sepatu, kami telah mendapatkan sekilas fakta menarik dalam kehidupan sehari-hari pria itu," kata Beth Richardson, seperti dikutip Sputnik, Rabu (5/12/2018).

Ahli Osteological dari MOLA Headland menemukan fakta pada kerangka gigi pria tersebut, yang mungkin disebabkan oleh tindakan yang berulang-ulang seperti gesekan tali antara gigi, seperti seorang nelayan.

"Mereka telah membantu kita untuk lebih memahami bagaimana ia dapat hidup dalam kondisi yang begitu sulit seperti itu, tetapi juga kemungkinan bagaimana ia mati. Ini menjadi suatu kehormatan bagi kami dapat mempelajari suatu yang sangat langka dan begitu pribadi," ucapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More