Forgot Password Register

BI Sebut Peningkatan Dunia Usaha Triwulan I Hanya Ditopang Pertanian dan Industri

BI Sebut Peningkatan Dunia Usaha Triwulan I Hanya Ditopang Pertanian dan Industri Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI, Yati Kurniati. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Departemen Statistik Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kegiata dunia usaha di kuartal I 2018 meningkat dibandingkan kuartal IV 2017 lalu. Hasil ini merupakan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan BI pada 3200 perusahaan yang tersebar di Indonesia dengan omzet Rp2,5 miliar per tahun.

"Kalau kita lihat dari hasil survey ini menunjukkan bahwa kegiatan di triwulan I lebih baik dibanding triwulan IV, dari hasil survei ini kita lihat terlah terjadi ekspansi usaha lebih baik ini hasilnya lebih baik yang sebelumnya 7,4 persen kini 8,23 persen," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI, Yati Kurniati  dalam acara Bincang Bareng Media di Bank Indonesia, jln. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Yati memaparkan, sektor-sektor yang menunjang perbaikan tersebut diantaranya sektor pertanian, perkebunan, peternakan kehutanan & perikanan dan industri pengolahan (manufaktur). 

"Perbaikan di sektor pertanian; terutama tanaman bahan makanan, serta pertenakan sementara sektor lainnya, yang juga menyumbang perbaikan adalah industri pengolahan," katanya. 

Baca juga: Pemerintah Atur Harga BBM, Apa Pengaruhnya Terhadap Inflasi?

Sementara dari industri pengolahan yang mengalami perbaikan diantaranya; tekstil, makanan minuman, barang dari kayu, dan logam dasar besi baja.

"Jadi industri manufaktur (pengolahan) adalah yang mengalami perbaikan dibanding triwulan sebelumnya. (Selain itu) kita lihat disini yang juga kegiatan usaha lebih baik juga sektor keuangan juga membaik. Ini untuk triwulan I," ungkapnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan di sektor pertanian dan tekstil salah satunya ditunjang dari adanya persiapan-persiapan menjelang Ramadan. "Kalau kita gali lebih dalam kenapa pertanian kenapa tekstil, mereka sudah melakukan untuk perisapan-persuapan menjelang ramadhan. Mengingat kalau ramadhan mereka sudah mulai produksi untuk stok," katanya.

Namun ia mencatat untuk sektor lainnya masih mengalami penurunan.  "Sementara sektor lain relatif masih turun," imbuhnya.

Baca juga: THR PNS Naik, Sri Mulyani: Sudah Ditetapkan Dalam Undang-undang APBN 2018

Dalam hasil survei tercatat sektor pertambangan dan penggalian tercatat mengalami penurunan menjadi -0,07 persen dari kuartal IV 2017 sebesar 0,08 persen. Sementara, sektor listrik, gas dan air bersih tercatat 0,26 persen turun tipis dari kuartal sebelumnya 0,30 persen.

Sektor konstruksi tercatat -0,52 persen turun dari kuartal sebelumnya 0,03 persen. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran tercatat -0,53 persen dari sebelumnya 1,28 persen. Sektor  pengangkutan dan konstruksi tercatat 0,53 persen turun dari 1,05 persen. 

Sedangkan sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan tercatat 2,62 persen turun dari 2,91 persen. Serta sektor jasa-jasa 1,39 persen turun cukup jauh dari sebelumnya 3,28 persen.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More