Forgot Password Register

BI Ungkap Pentingnya Boyong Devisa Hasil Ekspor ke RI

BI Ungkap Pentingnya Boyong Devisa Hasil Ekspor ke RI Mata uang dolar dan rupiah (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah sedang gencar untuk mengimbau agar para eksportir membawa pulang Devisa Hasil Ekspor (DHE) lebih banyak lagi ke Indonesia. Pasalnya DHE dinilai menjadi salah satu langkah yang bisa menstabilkan nilai tukar rupiah.

Selain itu DHE juga diharapkan bisa memperbaiki defisit transaksi berjalan Indonesia yang diprediksi akan semakin dalam.

Pemerintah mencatat saat ini devisa yang dibawa pulang ke Indonesia hanya berkisar 80-81 persen sedangkan yang dikonversi ke rupiah rata-ratanya sebesar 15 persen saja. 

Baca juga: Hitung-hitungan Soal Devisa, Eksportir Minta Insentif ke Pemerintah

Terkait hal tersebut, Direktur Statistik Bank Indonesia (BI) Tutuk Cahyono mengungkapkan bila 100 persen DHE dibawa ke Indonesia maka akan mendorong peningkatan rupiah di pasar.

"Tentu dengan adanya DHE dikonversi itu akan menambah suplai di pasar, suplainya naik maka tidak over demand, jadi tercukupi, jangan sampai nilai tukar itu terdepresiasi, atau terlalu kuat, jadi kami mencoba itu, dan itu sangat perlu," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Selain itu, adanya DHE dianggap meringankan beban cadangan devisa RI saat terjadi ketidakstabilan kurs. Sebab cadev seharusnya digunakan untuk menangani permasalahan ketidakstabilan nilai tukar rupiah.

"Kalau cadev semakin tinggi kan semakin bagus, kalau semakin banyak semakin tenang, jadi memang kalau kita itu harus memupuk cadev untuk berbagai hal, termasuk menghadapi eksternal yang tidak menentu, kalau sampai kecil menimbulkan ketidakpercayaan," ungkapnya.

Baca juga: BI: Cadangan Devisa Indonesia Turun 1,5 Miliar Dolar AS Sepanjang Juli 2018

Hingga saat ini Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya agar Eksportir mau membawa DHE ke Indonesia. Salah satunya pemerintah dan BI menerima masukan dari para pengusaha terkait kebijakan DHE.

"Yang paling penting kebutuhan bagaimana pengusaha butuhkan, tapi sama-sama punya semangat memperkuat, yang ujungnya kembali ke rasa aman dan nyaman," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More