Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Bisakah Sifat Psikopat Menurun kepada Anak?

Bisakah Sifat Psikopat Menurun kepada Anak? Ilustrasi Psikopat (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jahatnya mulut banyak orang yang menyebutkan jika orang tuanya kriminalitas seperti pencuri, penipu bahkan pembunuh seperti psikopat maka ia akan menurunkannya kepada anak. Faktanya anggapan itu sama sekali tidak benar dan hanya mitos belaka.

Psikolog Liza Marielly Djaprie, M.Si,Psi,SC menyebutkan kejahatan atau riwayat pembunuhan yang dilakukan orang tua tidak akan menurun secara genetik kepada anak.

Baca juga: Waspada! 3 Tanda Anak Tumbuh Jadi Psikopat

"Kalau buat saya yang namanya genetika seperti itu tidak ada, dan secara teori kalau hal-hal seperti itu tuh tidak menurun secara genetik, itu kan tidak ada di dalam gen kita jadi narkoba," ujar Liza kepada Pantau.com melalui sambungan telepon Rabu (17/7/2019).

Lalu mengapa ada anak yang jadi mahir mencuri, mencopet bahkan hingga berbuat keji kepada orang lain?. Kata Liza alasannya tak lain ialah kemampuan meniru yang dimiliki manusia. Bahkan jika meniru di usia dini, maka kemampuan apa yang ditirunya jadi lebih hebat.

"Tapi anak bisa meniru, itu yang disebut sebagai menurunnya lebih kepada meniru karena bagaimanapun secara psikologis kita masih makhluk sosial yang melihat lingkungan. Jadi tetap akan ada proses belajar, proses penyerapan dan proses kita melakukan kembali perilaku kita yang sudah belajar dari lingkungan," jelasnya.

Liza mengibaratkan seorang anak itu seumpama spons yang masih bersih dan siap menyerap bahan atau cairan apapun yang menempel kepadanya. Ada satu ketika bahan itu bisa keluar kembali atau menyerap selamanya karena sudah tersangkut di dalam serat.

"Tapi kalau udah diserap, ada satu kejadian yang menyebabkan airnya terserap ya bisa keluar," celetuknya.

Baca juga: Ini Dia Kesalahan Orangtua yang Membuat Anak Menjadi Sering Membantah

Saat kecil anak melihat orang tua yang kerap memukul, dan itu dipandang sebagai suatu kebenaran, maka jangan hal aneh suatu saat ia akan berani memukul. Bahayanya jika si anak menjadi saksi pencurian atau membunuhan, ia juga bisa menirunya.

"Di luar juga dia pukul-pukulan bukan karena ada gen mukul atau ada genetika mukul, tapi lebih kepada dia melihat memukul itu sesuatu yang oke jadi kenapa enggak aku lagi kesal sama temenku, jadi pukul aja," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: