Forgot Password Register

Headlines

BMKG: Pembaruan Teknologi Percepat Pengiriman Data

Dwikorta Karnawati (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia Pramana) Dwikorta Karnawati (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia Pramana)

Pantau.com - Peningkatan teknologi alat pendeteksi gempa yang telah digunakan selama beberapa tahun terakhir merupakan salah satu solusi untuk mempercepat pemberitaan data untuk mengurangi risiko terjadinya bencana.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, alat pendeteksi gempa atau 'buoy' yang digunakan saat ini memiliki kendala yaitu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengirimkan infomasi jika tejadi gempa di dasar laut.

"Sensor itu harus secepat mungkin memberikan informasi paling cepat kalau sensor itu letaknya sangat dekat dengan lokasi gempa, akan tetapi sensor saat ini terletak di titik pantai dan membutuhkan waktu untuk mencapai ke informasi," ucap ucap Dwikorita di Warung Daun, Sabtu (6/10/2018) 

Dengan adanya pembaruan teknologi itu, kata Dwikorita, diharapkan dapat mempercepat penerimaan infomasi jika terjadinya gempa. Bahkan, ia juga menyebut jika teknologi pendeteksi gempa yang saat ini digunakan memerlukan waktu sekitar sekitar tiga menit lantaran penempatannya yang berada di permukaan laut.

Baca juga: BMKG Gandeng Jepang-Jerman 'Upgrade' Teknologi Pendeteksi Bencana

Sedangkan, untuk teknologi terbaru yang direncanakan akan digunakan itu, hanya butuh waktu sekitar dua menit untuk sampai ke BMKG.

"Sensornya terletak di permukaan laut kan masih memerlukan waktu atau delay sampai sana (BMKG). Padahal datanya tsunami bisa 1 menit itu yang menjadi perhatian kami. Alat peringatan dini itu membutuhkan waktu 2 sampai 3 menit. 2 menit untuk mendapatkan informasi dari laut lalu 1 menit untuk verifikasi jadi paling cepat itu 3 menit," papar Dwikorita. 

Baca juga: Ada Lima Sesar Mengintai, BMKG Ingatkan Jakarta Rawan Gempa

Nantinya, teknologi tersebut akan dipasang dibeberapa titik yang dianggap merupakan lokasi rawan terjadinya gempa. Akan tetapi, Dwikorita menegaskan hal itu masih dalam proses perencanaan. Sebab, saat disinggung mengenai target pembaruan teknologi itu, Dwikorita enggan memastikan hal itu

"Yang kami rencanakan itu di zona penunjangan megatrans di selatan Samudra Hindia dan juga antara lain di teluk palu karena patahannya sangat paling aktif dan juga Samudra Hindia sebelah barat Sumatera tapi kali ini masih dalam tahap perencanaan masih dalam pembicaraan," ucap Dwikorita. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More