Forgot Password Register

Bro, Banyak-banyakin Push-Up Deh! Ingat Penyakit

Bro, Banyak-banyakin Push-Up Deh! Ingat Penyakit Ilustrasi push-up. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa semakin banyak seorang pria push-up maka semakin rendah risiko kardiovaskularnya. 

Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston mengumpulkan dan menganalisis informasi kesehatan dari 1.104 petugas pemadam kebakaran pria. 

Para partisipan ini berusia rata-rata 39,6 tahun dan rata-rata indeks massa tubuhnya 28,7. Data untuk studi ini mencakup periode 10 tahun, yakni 2000 - 2010.

Pada awal penelitian, para peneliti mengukur kapasitas push-up dan toleransi latihan treadmill submaksimal dari masing-masing peserta.

Baca juga: Tak Punya Waktu Berolahraga? Makanan dan Minuman Ini Bantu Bakar Lemak Saat Kamu Bekerja

Mereka juga mengumpulkan data relevan melalui ujian fisik tahunan peserta dan dengan meminta mereka untuk mengisi serangkaian kuesioner medis.

Sepanjang periode 10 tahun, para peneliti menemukan 37 kasus masalah kardiovaskular. Kondisi ini tak terjadi pada pria yang telah mampu melakukan push-up 40 atau lebih sedikit pada awal penelitian.

Analisis para peneliti mengungkapkan bahwa peserta yang mampu menyelesaikan lebih dari 40 push-up lebih rendah 96 persen terkena masalah kardiovaskular, dibandingkan pria yang menyelesaikan 10 push-up.

Namun, temuan ini mungkin tidak berlaku untuk wanita, atau untuk pria yang lebih tua, lebih muda, atau kurang aktif secara fisik dibandingkan dengan yang ada di kelompok partisipan. 

Baca juga: Tak Cuma Bikin Sehat, Olahraga Bikin Otak Jadi 'Encer'

Temuan tetap penting dalam membangun hubungan antara kesehatan jantung dan olahraga. 

"Studi ini menekankan pentingnya kebugaran fisik pada kesehatan dan mengapa dokter harus menilai kebugaran selama pertemuan klinis," ujar Prof. Stefanos Kales, M.D.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa setiap tahun ada 17,9 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular (CVD), terhitung sekitar 31 persen dari kematian global.

Banyak faktor yang meningkatkan risiko masalah ini dapat dimodifikasi, terutama diet yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, merokok atau sering mengonsumsi alkohol.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More